Mas Rio Pilih Bibit Pohon Ketimbang Kado Ultah, Sebuah Upaya Menambal Hutan yang 'Bocor'

Bupati Situbondo, Mas Rio, menolak kado ulang tahun ke-42 dan meminta sumbangan bibit pohon. Langkah nyata mitigasi banjir & pelestarian hutan Gunung Argopuro

30 Mar 2026 - 07:43
Mas Rio Pilih Bibit Pohon Ketimbang Kado Ultah, Sebuah Upaya Menambal Hutan yang 'Bocor'
Salah satu pengusaha saat memberikan pohon untuk Situbondo (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) – Menjelang peringatan hari lahirnya yang ke-42, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio, membuat gebrakan yang menginspirasi publik. Secara resmi, ia menyatakan menolak kado ulang tahun dalam bentuk apa pun dan meminta masyarakat serta instansi terkait untuk menggantinya dengan sumbangan bibit pohon.

Langkah progresif ini diambil sebagai upaya konkret mitigasi bencana banjir yang kerap mengancam wilayah hilir Situbondo akibat gundulnya kawasan hutan di lereng Gunung Argopuro.

"Situbondo ini wilayah hilir, sangat rawan banjir jika hulunya tidak kita jaga bersama," ujar Mas Rio saat memberikan keterangan pada Senin (30/3/2026).

Ia menekankan bahwa kerusakan hutan di lereng gunung secara langsung akan berdampak buruk bagi masyarakat kota. Oleh karena itu, inisiasi gerakan penanaman pohon ini menjadi prioritas utama pemerintahannya untuk memulihkan fungsi alam.

Pemerintah Kabupaten Situbondo pun telah merancang gerakan masif yang melibatkan lintas sektor. Aksi ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, namun sebuah komitmen jangka panjang yang melibatkan perusahaan hingga masyarakat umum. "Puncaknya nanti pada 22 April 2026, bertepatan dengan Hari Bumi, kita gerakkan semua elemen untuk menanam bersama," tegasnya.

Inisiatif berani ini mendapat dukungan penuh dari Perhutani KPH Bondowoso. General Manager Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menilai bahwa mengubah momentum ulang tahun menjadi gerakan lingkungan adalah strategi yang sangat cerdas. Ia mengakui bahwa kondisi hutan di Situbondo memang memerlukan perhatian ekstra, terutama karena tantangan alih fungsi lahan yang semakin masif.

“Ini ide yang luar biasa dari Pak Bupati. Nanti pada 22 April, kita lakukan penanaman serentak di seluruh penjuru Situbondo,” kata Misbakhul Munir. Ia menjelaskan bahwa dari sekitar 30.000 hektare kawasan hutan di Situbondo, terdapat 17.000 hektare yang masuk dalam skema Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) dan kini banyak dikelola langsung oleh warga.

Kondisi di lapangan menunjukkan adanya tantangan serius berupa penebangan pohon demi kepentingan alih fungsi lahan. Hal inilah yang ditengarai menjadi pemicu utama bencana banjir yang kerap melanda. "Banyak kayu yang dipotong masyarakat di atas, itulah yang memicu banjir saat hujan turun," ungkap Munir dengan nada prihatin.

Ke depan, Perhutani berkomitmen untuk berkolaborasi tanpa batas dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo guna merehabilitasi kawasan hutan yang kritis. Rehabilitasi hutan melalui penanaman kembali dan penghentian penebangan liar menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi demi keselamatan ekosistem.

“Kami sudah sampaikan kepada Pak Bupati, mari lestarikan hutan yang ada. Kita tanami lagi dan pastikan tidak ada lagi perusakan tanpa izin,” tutup Munir. (vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow