Wakaf Massal, 12 Bidang Tanah Diikrarkan untuk Umat dan Masjid

22 Jan 2026 - 15:55
Wakaf Massal, 12 Bidang Tanah Diikrarkan untuk Umat dan Masjid
Ikrar Wakaf Massal di Kantor KUA Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang, Selasa (13/01/2026). (Foto: Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, menggelar ikrar wakaf massal di Pondok Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko, Selasa (13/1/2026). 

Acara yang diikuti tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah desa tersebut berhasil mengikrarkan 12 bidang tanah wakaf untuk kemaslahatan umat.

Rincian Tanah Wakaf Produktif

Dalam ikrar wakaf massal KUA Tembelang Jombang ini, aset yang diikrarkan terdiri dari:

8 bidang tanah sawah produktif yang hasilnya diperuntukkan bagi kesejahteraan umat.

4 bidang tanah lainnya diwakafkan khusus untuk pembangunan dan operasional Masjid dan Mushalla.

Acara yang dipandu oleh Penyuluh Agama Islam KUA Tembelang dan Tim Satgas Wakaf Kemenag Jombang ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh kunci. Plt. Kepala KUA Tembelang, Maulana Sujatmiko, dalam sambutannya menekankan bahwa wakaf adalah investasi sosial lintas generasi.

"Wakaf mengajarkan kita untuk berpikir melampaui diri sendiri. Ia bukan hanya ibadah personal, tetapi investasi sosial yang dampaknya bisa dirasakan lintas generasi," ujar Maulana Sujatmiko.

Ia menambahkan, pentingnya pengelolaan wakaf yang tertib dan profesional agar aset tersebut menjadi kekuatan pembangunan umat yang berkelanjutan.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Darul Ulum Kepuhdoko, KH Musta'in Hasan, menyambut baik ikrar wakaf massal ini sebagai bentuk kesadaran beragama yang membumi.

KH Musta'in menekankan bahwa wakaf menuntut niat yang lurus diikuti dengan pengelolaan yang benar dan transparan.

Ikrar wakaf massal di Desa Kepuhdoko ini tidak sekadar seremonial. Acara ini menjadi bukti bahwa wakaf sebagai instrumen ekonomi Islam masih sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman.

Para wakif (pemberi wakaf) telah melampaui pertimbangan ekonomi pribadi dengan meleburkan sejarah dan nilai keluarga menjadi satu keyakinan akan manfaat abadi. 

Di sisi lain, para nadzir (pengelola wakaf) menyadari amanah besar yang diemban, yaitu memastikan aset wakaf seperti sawah tetap produktif dan hasilnya disalurkan tepat sasaran.

Inisiatif KUA Tembelang bersama masyarakat Jombang ini merupakan potret nyata dari gerakan menghidupkan wakaf produktif di Indonesia. 

Tujuannya mulia: tidak hanya membangun tempat ibadah, tetapi juga menciptakan pilar kesejahteraan, pendidikan, dan kemandirian ekonomi umat yang berkelanjutan.

Dari Desa Kepuhdoko di pinggir Sungai Brantas, pesan kuat terpancar: wakaf adalah bahasa sunyi dari iman yang bekerja nyata untuk kemaslahatan bersama, melampaui batas generasi. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow