Kemenag Jombang Semakin Prima Layani Madrasah
Jombang (afederasi.com) – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan madrasah di Kabupaten Jombang. Kementerian Agama (Kemenag) setempat mencatat lonjakan signifikan jumlah siswa Madrasah Aliyah (MA) yang berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun afederasi.com, terjadi peningkatan sebesar 24,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada SNBP 2025 sebanyak 383 siswa dinyatakan lolos, maka pada tahun 2026 angka ini meroket menjadi 475 siswa. Capaian ini bahkan menyentuh 124 persen dari target kinerja yang ditetapkan.
Meski demikian, data tersebut masih bersifat sementara. Hingga saat ini, masih terdapat beberapa madrasah swasta yang belum menyampaikan laporan resmi terkait jumlah siswa yang lolos SNBP tahun 2026. Oleh karena itu, angka capaian diperkirakan masih akan terus bergerak naik seiring dengan masuknya data tambahan dari berbagai satuan pendidikan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir, menjelaskan bahwa peningkatan ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang dan strategi yang terencana. Salah satu kunci keberhasilan tersebut adalah pendampingan intensif yang dilakukan oleh madrasah kepada siswa, khususnya sejak mereka berada di kelas akhir.
Menurutnya, setiap madrasah telah melakukan pemetaan potensi siswa sejak dini. Pemetaan ini mencakup aspek akademik, minat, bakat, serta kesiapan siswa dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Dengan pendekatan tersebut, siswa mendapatkan arahan yang lebih tepat dalam memilih program studi maupun perguruan tinggi tujuan.
“Pendampingan tidak hanya dilakukan menjelang pendaftaran SNBP, tetapi sudah dimulai sejak awal melalui pemetaan potensi siswa. Ini penting agar siswa memiliki arah yang jelas dan strategi yang tepat dalam meraih peluang masuk perguruan tinggi,” ungkap Muhajir.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Jombang, Nur Khojin, menambahkan bahwa peningkatan jumlah siswa yang lolos SNBP terjadi baik pada madrasah negeri maupun madrasah swasta.
Ia merinci, kenaikan pada madrasah negeri mencapai 11,37 persen dengan capaian kinerja sebesar 111 persen. Sementara itu, madrasah swasta menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan, yakni sebesar 49,22 persen dengan capaian mencapai 149 persen. Data ini menunjukkan bahwa kontribusi madrasah swasta dalam peningkatan kelulusan SNBP sangat besar dan terus menguat.
“Kenaikan ini menunjukkan bahwa baik madrasah negeri maupun swasta sama-sama mengalami peningkatan kualitas. Bahkan madrasah swasta menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan, ini menjadi sinyal positif bagi pemerataan mutu pendidikan madrasah di Jombang,” jelas Nur Khojin.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan ini juga tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pihak madrasah, guru, orang tua, serta dukungan kebijakan dari Kementerian Agama. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung keberhasilan siswa.
Di sisi lain, Kemenag Jombang juga memberikan perhatian serius terhadap siswa yang memilih jalur non-akademik, khususnya yang ingin langsung memasuki dunia kerja setelah lulus. Upaya ini diwujudkan melalui penguatan program madrasah vokasi yang saat ini telah berkembang dengan jumlah enam madrasah vokasi.
Program madrasah vokasi ini dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya menekankan pada teori, tetapi juga praktik langsung serta penguatan soft skills seperti kedisiplinan, etos kerja, dan kemampuan beradaptasi.
Dengan adanya dua jalur penguatan, yaitu jalur akademik menuju perguruan tinggi dan jalur vokasi menuju dunia kerja, Kemenag Jombang berupaya memastikan bahwa setiap lulusan madrasah memiliki peluang sukses sesuai dengan pilihan dan potensi masing-masing.
“Madrasah harus mampu menjadi tempat yang menyiapkan masa depan siswa secara menyeluruh. Tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja. Karena itu, penguatan vokasi menjadi bagian penting dari strategi kami,” tambah Muhajir.
Ke depan, Kemenag Jombang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, baik dari sisi pembinaan siswa, peningkatan kompetensi guru, maupun penguatan sistem manajemen madrasah. Dengan capaian yang telah diraih saat ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah akan semakin meningkat.
Peningkatan jumlah siswa yang lolos SNBP ini juga menjadi bukti bahwa madrasah mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya di tingkat nasional. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa madrasah tidak hanya menjadi pilihan alternatif, tetapi telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam memperoleh pendidikan yang berkualitas.
Dengan tren positif yang terus berlanjut, Kementerian Agama Kabupaten Jombang optimistis bahwa pada tahun-tahun mendatang, capaian siswa madrasah akan semakin meningkat, baik dalam bidang akademik maupun keterampilan, sejalan dengan visi menghadirkan pendidikan yang unggul, inklusif, dan berdaya saing tinggi.(san)
What's Your Reaction?



