Dispendikpora : Tidak Ada Lembaga Yang Numpang Saat Pelaksanaan ANBK SMP 2022

Dispendikpora : Tidak Ada Lembaga Yang Numpang Saat Pelaksanaan ANBK SMP 2022
Sekretaris Dispendikpora Kabupaten Tulungagung, Syaifudin Juhri saat dikonfirmasi di ruang kerjanya (erin/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora) Kabupaten Tulungagung menyebut pada pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) jenjang SMP 2022, sudah tidak ada lagi lembaga sekolah yang menumpang di lembaga lain untuk mengerjakan ANBK tersebut. 

Sekretaris Dispendikpora Kabupaten Tulungagung, Syaifudin Juhri mengatakan ANBK jenjang SMP bakal dilaksanakan mulai Senin, (19/9/2022) hingga Kamis, (22/9/2022) mendatang. Untuk pelaksanaannya dibagi menjadi dua gelombang, yaitu gelombang pertama di Senin hingga Selasa, selanjutnya gelombang kedua di Rabu hingga Kamis. 

Pada pelaksanaan ANBK jenjang SMP 2022 ini bakal diikuti oleh 96 lembaga SMP negeri dan swasta. Per lembaga diwakili oleh maksimal 45 siswa kelas 8 dan siswa tersebut langsung ditunjuk dari data pokok pendidikan (dapodik). 

Dengan banyaknya lembaga yang mengikuti ANBK tersebut, pihaknya menyatakan sudah tidak ada lagi lembaga sekolah yang menumpang di lembaga lain. Artinya, seluruh lembaga sekolah sudah bisa melaksanakan ANBK secara mandiri. 

"Perbaikan sarana prasarana (sarpras) sudah kami lakukan, seluruh lembaga saat ini bisa mengikuti secara mandiri," ujarnya. 

Sekedar informasi, ANBK ini merupakan suatu terobosan terbaru untuk mengukur kompetensi sekolah, baik siswanya, kepala sekolah, guru pendidik, dan lingkungan sekolah. ANBK ini diikuti oleh seluruh siswa se Indonesia. 

Hal yang dikedepankan dalam penerapan ANBK ialah budaya literasi dan numerik. Sehingga akan menghasilkan output siswa dengan kemerdekaan belajar serta pendidikan karakter. 

Udin sapaan akrab dari Syaifudin Juhri melanjutkan, sistematika pelaksanaan ANBK tahun ini sama seperti dengan ANBK tahun lalu. Namun yang membedakan, apabila di tahun lalu uji analisa penilaian lingkungan sekolah dilakukan setelah pelaksanaan ANBK selesai.

Sementara di tahun ini, analisa penilaian lingkungan sekolah telah dilakukan sebelum pelaksanaan ANBK. 

"Pada prinsipnya sama, output dan goalsnya untuk membentuk raport pendidikan sekolah," katanya. 

Udin menambah, ANBK ini tidak hanya dikerjakan oleh para siswa saja namun juga dikerjakan oleh kepala sekolah dan tenaga pendidik di masing- masing lembaga. 

"Untuk tenaga pendidik mengerjakan terkait analisa sarpras di sekolahnya," tambahnya. 

Sekedar informasi, ANBK ini juga bakal diikuti oleh siswa kelas 5 jenjang SD di November mendatang. (er/dn)