Kasus Penganiayaan ASN DPUTR Gresik Resmi Ditahan dan Berlanjut ke Sidang, YLBH Gresik Sebut Penanganan Profesional

“Kami tim advokat YLBH Gresik menyampaikan apresiasi terhadap penanganan perkara tersebut dari proses di Unit PPA Polres Gresik sampai di Kejari Gresik. Penanganan perkara tersebut sangat profesional dan tidak tebang pilih,” kata Al Ushudi, Selasa (19/05/2026).

20 May 2026 - 10:32
Kasus Penganiayaan ASN DPUTR Gresik Resmi Ditahan dan Berlanjut ke Sidang, YLBH Gresik Sebut Penanganan Profesional
Al Ushudij, kuasa Hukum korban kasus penganiayaan ASN DPUTR Gresik dari YLBH Gresik (Ist/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Tim kuasa hukum korban dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Gresik menyampaikan apresiasi terhadap kinerja profesional aparat penegak hukum dalam menangani kasus dugaan penganiayaan pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul penahanan tersangka berinisial SB (46) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik pada Senin (18/5/2026) sore, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21 dan dilakukan pelimpahan tersangka beserta barang bukti dari penyidik Polres Gresik.

Kuasa hukum korban dari YLBH Gresik, Al Ushudi, menilai proses penanganan perkara sejak tahap penyelidikan hingga tahap dua berjalan profesional dan tanpa tebang pilih.

“Kami tim advokat YLBH Gresik menyampaikan apresiasi terhadap penanganan perkara tersebut dari proses di Unit PPA Polres Gresik sampai di Kejari Gresik. Penanganan perkara tersebut sangat profesional dan tidak tebang pilih,” kata Al Ushudi, Selasa (19/05/2026).

Menurut Al Ushudi, pihak kuasa hukum telah mendampingi korban berinisial DRA (31), seorang ASN perempuan di lingkungan DPUTR Gresik, sejak awal proses hukum bergulir.

“Kami telah mendampingi korban dari tingkat penyelidikan di Polres Gresik sampai P21, dan terus mengawal sampai tahap 2. Perkara tersebut sempat beberapa kali dimediasi tetapi klien kami tetap memilih jalur proses hukum dan akhirnya Kejari Gresik melakukan penahanan,” terangnya.

Al Ushudi juga menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mengawal kasus tersebut hingga memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri Gresik.

“Kami akan mengawal perkara tersebut sampai tahap persidangan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kejari Gresik resmi menahan pegawai DPUTR Gresik berinisial SB terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap rekan kerjanya sendiri. Penahanan dilakukan karena upaya mediasi antara kedua belah pihak tidak menemukan kesepakatan damai.

Pihak kejaksaan memastikan seluruh tahapan hukum dalam perkara tersebut telah dijalankan sesuai prosedur. Setelah dinyatakan lengkap, perkara kini tinggal menunggu pelimpahan ke Pengadilan Negeri Gresik untuk proses persidangan.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow