Sasar Remaja Putus Sekolah, Dekranasda Lamongan Latih 20 Pemuda Membatik Lewat Program PKW 2026

"Kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Dekranasda Kabupaten Lamongan dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, khususnya melalui program PKW ini. Ini merupakan bentuk sinergi nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam membekali masyarakat, khususnya anak-anak muda kita yang tidak melanjutkan sekolah, dengan keterampilan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan saat ini," ujar Anis Kartikawati Yuhronur Efendi kepada media, Selasa (19/5/2026).

19 May 2026 - 22:13
Sasar Remaja Putus Sekolah, Dekranasda Lamongan Latih 20 Pemuda Membatik Lewat Program PKW 2026
Ketua Dekranasda Kabupaten Lamongan, Anis Kartikawati Yuhronur Efendi bersama dengan 20 peserta didik saat pembukaan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 sub-keahlian membatik di Kecamatan Sugio (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lamongan secara resmi membuka Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 yang difokuskan pada pelatihan membatik bagi 20 peserta didik di Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Program ini menyasar secara spesifik generasi muda usia produktif, khususnya remaja berumur 15 hingga 25 tahun yang tidak melanjutkan sekolah, guna membekali mereka dengan keahlian mandiri.

Kegiatan inovatif ini dilaksanakan melalui sinergi terpadu bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pembukaan program berskala nasional tersebut diselenggarakan secara serentak di 16 daerah di Indonesia melalui sambungan virtual (Zoom Meeting), dengan pusat peluncuran utama dipusatkan di Jepara, Jawa Tengah.

Ketua Dekranasda Kabupaten Lamongan, Anis Kartikawati Yuhronur Efendi, menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi strategis antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun kompetensi wirausaha baru berbasis kearifan lokal. Menurutnya, program ini menjadi angin segar bagi para remaja yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan formal.

"Kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Dekranasda Kabupaten Lamongan dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, khususnya melalui program PKW ini. Ini merupakan bentuk sinergi nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam membekali masyarakat, khususnya anak-anak muda kita yang tidak melanjutkan sekolah, dengan keterampilan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan saat ini," ujar Anis Kartikawati Yuhronur Efendi kepada media, Selasa (19/5/2026).

Anis menambahkan bahwa langkah kolaboratif ini menjadi pilar strategis dalam mendongkrak kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal, sekaligus memajukan sektor ekonomi kreatif di seluruh wilayah Lamongan. Pemerintah Kabupaten Lamongan pun berkomitmen memberikan dukungan penuh dari segala lini.

"Pemerintah Kabupaten Lamongan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program PKW, baik dari sisi fasilitas, koordinasi antar instansi, maupun pembinaan berkelanjutan. Melalui Dekranasda dan dinas terkait, kami memfasilitasi pelatihan, pendampingan, serta membuka akses terhadap pasar dan jejaring usaha bagi para peserta," tambahnya.

Dipilihnya kerajinan batik dalam pelatihan kali ini dinilai sangat tepat. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, program PKW ini juga mengemban misi kebudayaan yang luhur guna melestarikan warisan leluhur nusantara sekaligus menekan angka pengangguran terbuka di kalangan usia produktif.

"Program ini memiliki dampak positif yang signifikan, terutama dalam meningkatkan keterampilan kerja masyarakat, mengurangi angka pengangguran, serta mendorong tumbuhnya wirausaha baru yang berbasis potensi lokal. Selain itu, program ini juga menjadi wadah untuk pelestarian budaya melalui pelatihan batik, serta meningkatkan pembangunan ekonomi daerah," jelas Istri Bupati Lamongan tersebut.

Lebih lanjut, Dekranasda memastikan bahwa 20 pemuda yang menjadi peserta dalam pelatihan membatik di Sugio ini tidak akan dilepas begitu saja setelah masa pendidikan berakhir.

Manajemen hilirisasi dan pendampingan pasca-program telah dipersiapkan dengan matang agar para lulusan di rentang usia 15–25 tahun ini benar-benar bertransformasi menjadi wirausahawan mandiri.

"Setelah menyelesaikan pelatihan, para lulusan program PKW tidak akan kami lepas begitu saja. Dekranasda Kabupaten Lamongan akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan, termasuk memberikan akses terhadap modal usaha melalui kerja sama dengan lembaga keuangan, memfasilitasi pemasaran produk melalui e-commerce dan pameran, serta menghubungkan mereka dengan komunitas dan pelaku industri kreatif," tegas Anis.

Melalui komitmen ini, diharapkan jebolan Program PKW Lamongan 2026 mampu tumbuh menjadi pelaku usaha mandiri berdaya saing tinggi yang kelak berkontribusi aktif dalam menggerakkan roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lamongan. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow