Jalan Poros Desa Keduyung Lamongan Ambles Sepanjang 30 Meter
"Jalan amblas cukup parah, kami sudah menghimbau dan melarang sementara waktu bagi para pengusaha maupun penjual pedel yang menggunakan truk untuk tidak melintasi jalur tersebut. Ini demi menjaga keselamatan bersama sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan," tegasnya saat dikonfirmasi afederasi.com, Kamis (5/3/2026) siang.
Lamongan, (afederasi.com) – Jalan poros di Desa Keduyung, Kecamatan Laren, alami sleding atau amblas. Tanah amblas tersebut memiliki bentang panjang kurang lebih 30 meter dengan kedalaman penurunan tanah mencapai 1 meter. Kondisi ini disinyalir terjadi akibat pergerakan tanah yang berlangsung secara berangsur-angsur sejak Jumat (27/2/2026) hingga puncaknya pada Minggu (1/3/2026).
Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan, Pemerintah Desa (Pemdes) Keduyung bergerak cepat dengan melakukan langkah-langkah darurat. Sejak Minggu lalu, sebanyak 5 unit dump truck material pedel telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadatan di bibir tanggul yang terdampak.
Kepala Desa Keduyung, Angga Pradita David Hamka, memgatakan jika pihaknya telah memutuskan untuk menutup akses jalan bagi kendaraan bertonase besar guna mencegah kerusakan semakin parah.
"Kami sudah menghimbau dan melarang sementara waktu bagi para pengusaha maupun penjual pedel yang menggunakan truk untuk tidak melintasi jalur tersebut. Ini demi menjaga keselamatan bersama sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan," tegasnya saat dikonfirmasi afederasi.com, Kamis (5/3/2026) siang.
Selain pelarangan truk, Pemdes Keduyung juga telah memasang portal di sisi utara dan selatan jalan sebagai tanda pengalihan arus lalu lintas. Sosialisasi pun terus dilakukan kepada warga setempat agar menghindari area sleding tersebut.
Meskipun penanganan awal sudah dilakukan menggunakan dana mandiri desa, skala kerusakan yang cukup besar membuat Pemdes Keduyung memerlukan dukungan teknis dan material dari pihak berwenang.
Pihak desa berharap adanya respons cepat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan untuk memperkuat struktur tanah yang labil tersebut.
"Harapan kami dari pemerintah desa, pihak BBWS dapat memberikan bantuan berupa gedeg (anyaman bambu) dan bongkotan kayu untuk penahan tanah. Kami juga sangat mengharapkan bantuan karung dari BPBD untuk memperkuat tanggul agar pergerakan tanah bisa segera diminaliasir," pungkasnya. (yan)
What's Your Reaction?



