Waspadai Titik Macet saat Mudik Lebaran, Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Jalur Alternatif di Jombang
Jombang, (afederasi.com) – Para pemudik yang melintasi Jombang menuju arah Kediri, Nganjuk, dan sekitarnya wajib waspada. Jalan Raya Nasional Bandar Kedungmulyo diprediksi kembali menjadi momok kemacetan selama arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026, Jumat (20/03/2026)
Kepadatan kendaraan di jalur arteri ini diperparah dengan adanya perlintasan kereta api yang kerap menimbulkan antrean panjang.
Kasat Lantas Polres Jombang, AKP Anjar Rahmad Putra, mengungkapkan bahwa kemacetan di Jalan Raya Bandar Kedungmulyo merupakan efek domino dari kepadatan di Simpang Mengkreng, Kediri. Simpang tersebut menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari tiga arah: Kediri, Nganjuk, dan Jombang.
"Penyebab utama kemacetan kita ada di perlintasan rel KA Bandar. Setiap 30 menit sekali, pintu rel ditutup karena kereta melintas. Hal ini otomatis menambah antrean kendaraan yang bisa mengular hingga 2,5 kilometer di sepanjang Jalan Raya Bandar Kedungmulyo," ujar AKP Anjar.
Untuk mengantisipasi kemacetan parah, Satlantas Polres Jombang telah menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas. Salah satunya adalah sistem contraflow atau lawan arus sepanjang 2,5 kilometer dari Rel KA Bandar hingga Simpang Mengkreng Kediri.
"Rekayasa contraflow akan kami lakukan dengan menutup sementara arus kendaraan dari arah Kediri dan Nganjuk. Nantinya, arus kendaraan dari Jombang akan kami tarik menggunakan satu jalur menuju arah barat atau Simpang Mengkreng Kediri," jelas AKP Anjar.
Jika kepadatan sudah mencapai pintu keluar tol (exit tol) Bandar Kedungmulyo, polisi akan melakukan pengalihan arus. Kendaraan dari exit tol akan dibelokkan ke kiri menuju Jalan Raya Jatipelem.
Jika diperlukan, exit tol Bandar Kedungmulyo bahkan bisa ditutup total dan kendaraan dialihkan ke exit tol Mojokerto atau Tembelang.
"Termasuk kendaraan dari arah Nganjuk juga akan kami alihkan. Lebih baik mereka keluar di exit tol Mojokerto atau Tembelang untuk menghindari kemacetan di jalur arteri," tambahnya.
Berikut jalur alternatif yang disiapkan Polres Jombang untuk para pemudik:
Dari Exit Tol Bandar Kedungmulyo: Menuju Simpang 3 Jatipelem, lalu ke arah Kunjang, Pelemahan, Simpang 4 Papar, dan selanjutnya ke arah Kediri.
Dari Jalur Arteri (arah Surabaya): Ambil jalur melalui Simpang 4 Gatot Subroto, Jalan KH Hasyim Asy'ari, Jalan Raya Cukir, Simpang 3 Blimbing, Simpang 3 Kesemen, Simpang 4 Pelemahan, Simpang 4 Papar, lalu ke arah Kediri atau Nganjuk.
AKP Anjar memprediksi puncak kepadatan kendaraan di jalur nasional Jombang akan terjadi pada Hari Raya Idul Fitri hingga H+1 dan H+2. Masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah disediakan.
Dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Jombang menerjunkan 161.243 personel gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, dan relawan. Satlantas Polres Jombang juga membentuk Tim Buraq yang beranggotakan 15 personel.
"Tim Buraq ini adalah tim reaksi cepat kami untuk mengurai kemacetan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di jalan, terutama bagi mereka yang membutuhkan pertolongan," pungkas AKP Anjar.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik diimbau untuk selalu berhati-hati, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama. (san)
What's Your Reaction?



