Fenomena "Bediding" Melanda Lamongan, Pemerintah Imbau Warga Waspada Suhu Dingin Ekstrem
"Kami mengimbau seluruh warga Lamongan untuk lebih menjaga kesehatan tubuh. Fenomena bediding ini membawa udara yang sangat kering dan angin kencang. Jika imunitas kita tidak fit, tubuh akan sangat rentan terserang penyakit seperti flu, batuk, maupun gangguan kulit," ujar Mohammad Nalikan saat dikonfirmasi afederasi.com, Selasa (2/6/2026) siang.
Lamongan, (afederasi.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai fenomena "Bediding" yang saat ini tengah melanda wilayah Lamongan dan sekitarnya. Fenomena alamiah berupa penurunan suhu udara secara signifikan ini biasa terjadi di tengah musim kemarau, terutama pada malam hingga dini hari.
Berdasarkan data dari BPBD Lamongan, fenomena ini dipicu oleh intrusi massa udara dingin dan kering dari Monsun Australia atau Angin Timur yang bergerak melewati wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan, Mohammad Nalikan, meminta masyarakat tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang cukup ekstrem ini. Menurutnya, kondisi fisik harus tetap terjaga karena suhu udara pada malam hari bisa terasa sangat dingin hingga menusuk tulang.
"Kami mengimbau seluruh warga Lamongan untuk lebih menjaga kesehatan tubuh. Fenomena bediding ini membawa udara yang sangat kering dan angin kencang. Jika imunitas kita tidak fit, tubuh akan sangat rentan terserang penyakit seperti flu, batuk, maupun gangguan kulit," ujar Mohammad Nalikan saat dikonfirmasi afederasi.com, Selasa (2/6/2026) siang.
Ada tiga karakteristik utama yang dirasakan warga Lamongan selama fenomena ini berlangsung, yaitu penurunan suhu udara yang sangat tajam pada malam hingga pagi hari, kelembaban udara yang rendah sehingga terasa sangat kering, serta hembusan Angin Timur yang bertiup kencang.
Guna mengantisipasi dampak buruk dari cuaca dingin ini, BPBD Lamongan bersama Pemerintah Kabupaten membagikan empat tips sehat bagi masyarakat. Pertama, mengenakan pakaian hangat seperti jaket, sweater, kaos kaki, atau selimut. Kedua, memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi meskipun jarang terasa haus.
Ketiga, menjaga kelembaban kulit dengan menggunakan lotion atau lip balm guna mencegah kulit kering dan bibir pecah-pecah. Keempat, meningkatkan konsumsi nutrisi dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh dari serangan flu dan batuk.
"Tetap jaga kesehatan dan selalu pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi agar aktivitas sehari-hari di musim kemarau ini tidak terganggu," pungkas Mohammad Nalikan. (yan)
What's Your Reaction?



