Dua Hari Menyisir Arus Sungai Basean Situbondo, Keberadaan Jelani dan Tohari Masih Nihil
Hingga memasuki hari kedua operasi pada Selasa (10/3/2026), tim SAR gabungan masih bergelut dengan derasnya arus sungai demi menemukan titik terang keberadaan korban.
Situbondo, (afederasi.com) - Upaya pencarian besar-besaran terhadap dua warga yang hanyut di aliran Sungai Basean, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, belum membuahkan hasil signifikan. Hingga memasuki hari kedua operasi pada Selasa (10/3/2026), tim SAR gabungan masih bergelut dengan derasnya arus sungai demi menemukan titik terang keberadaan korban.
Penyisiran intensif dilakukan dengan menyusuri setiap lekuk aliran sungai yang dikenal memiliki karakteristik arus yang kuat saat debit air meningkat. Fokus pencarian diarahkan pada titik-titik krusial yang diduga kuat menjadi lokasi tersangkutnya korban setelah terseret luapan air sungai beberapa waktu lalu.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, menegaskan bahwa seluruh personel telah dikerahkan secara maksimal di lapangan. Tim memulai pergerakan sejak pagi hari dengan membagi beberapa unit penyisir di sepanjang bantaran dan badan sungai.
"Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan menyisir sungai mulai dari titik awal dugaan hingga ke beberapa lokasi di sepanjang aliran," kata Timbul dalam keterangannya.
Dua korban yang tengah dalam pencarian tersebut diidentifikasi sebagai Jelani (53), warga Desa Sumberanyar, dan Tohari (44), warga Desa Patemon. Keduanya dilaporkan hilang di lokasi yang berbeda namun dalam aliran sungai yang sama saat kondisi debit air sungai tengah meluap akibat intensitas hujan yang tinggi.
Meski telah melakukan penyisiran selama tujuh jam penuh sejak pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, tantangan di lapangan membuat tim belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan kedua pria tersebut. Kondisi cuaca dan medan sungai menjadi variabel utama yang memengaruhi kecepatan pencarian.
"Pencarian hari kedua sudah kami lakukan secara maksimal, namun hasilnya masih nihil," ujar Timbul dengan nada prihatin.
Kendati operasi hari ini berakhir tanpa hasil, tim SAR gabungan tidak mengendurkan semangat. Rencananya, operasi akan kembali dilanjutkan pada Rabu (11/3/2026) dengan jangkauan area penyisiran yang lebih luas dan personel yang lebih solid guna mempercepat proses evakuasi.
Di sisi lain, BPBD Situbondo mengingatkan masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Hal ini menyusul kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi memicu luapan arus sungai sewaktu-waktu di wilayah Jatibanteng dan sekitarnya. (vya/dn)
What's Your Reaction?



