Disnakeswan Lamongan Perketat Lalu Lintas Ternak di Perbatasan Jombang

Hari ini kami bersama tim teknis dan didampingi aparat kepolisian setempat sengaja menyisir pos perbatasan Lamongan-Jombang di Kabuh. Ini adalah pintu masuk krusial penyebaran ternak. Kami ingin memastikan bahwa seluruh hewan kurban yang masuk maupun melintas di wilayah Lamongan benar-benar dalam kondisi sehat dan layak," ujar Shofiyah Nurhayati saat dikonfirmasi afederasi.com, Minggu (17/5/2026) siang.

17 May 2026 - 13:05
Disnakeswan Lamongan Perketat Lalu Lintas Ternak di Perbatasan Jombang
Kadisnakeswan Lamongan dibantu aparat kepolisian melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada armada pikap yang mengangkut sapi kurban saat pos pengawasan lalu lintas ternak di perbatasan Lamongan-Jombang (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Guna menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamongan bersama Petugas gabungan menggelar pengawasan ketat terhadap lalu lintas pengangkutan ternak di jalur perbatasan, tepatnya di kawasan Kabuh yang menghubungkan Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Jombang, Minggu (17/5/2026).

Langkah preventif ini diambil untuk mengantisipasi masuknya hewan ternak yang bergejala sakit atau tidak memenuhi syarat syariat Islam sebagai hewan kurban. Setiap armada pengangkut yang melintas langsung dihentikan oleh petugas gabungan untuk menjalani pemeriksaan klinis secara ketat.

Kepala Disnakeswan Kabupaten Lamongan, Shofiyah Nurhayati, mengungkapkan bahwa dalam operasi penyekatan kali ini, petugas berhasil menjaring dan memeriksa sedikitnya 9 kendaraan pengangkut ternak yang melintas dari kedua arah perbatasan. Dari seluruh kendaraan tersebut, tim medis veteriner memeriksa total 38 ekor hewan kurban dengan rincian 12 ekor sapi, 18 ekor kambing, serta 8 ekor domba.

Pemeriksaan komprehensif ini meliputi pengecekan suhu tubuh hewan, pemeriksaan fisik luar seperti kulit, mata, kuku, dan mulut, hingga keabsahan dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal ternak.

"Hari ini kami bersama tim teknis dan didampingi aparat kepolisian setempat sengaja menyisir pos perbatasan Lamongan-Jombang di Kabuh. Ini adalah pintu masuk krusial penyebaran ternak. Kami ingin memastikan bahwa seluruh hewan kurban yang masuk maupun melintas di wilayah Lamongan benar-benar dalam kondisi sehat dan layak," ujar Shofiyah Nurhayati saat dikonfirmasi afederasi.com, Minggu (17/5/2026) siang.

Berdasarkan hasil penyisiran dan pemeriksaan klinis terhadap 12 ekor sapi, 18 ekor kambing, dan 8 ekor domba di atas 9 kendaraan tersebut, Shofiyah memastikan petugas lapangan tidak menemukan adanya indikasi penyakit menular atau gejala klinis yang mencurigakan.

"Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan menyeluruh terhadap puluhan ekor ternak hari ini, petugas tidak menemukan adanya hewan kurban yang sakit. Seluruh rangkaian pemeriksaan berjalan aman, tertib, dan situasi lalu lintas ternak di perbatasan sepenuhnya terkendali," imbuhnya.

Meskipun hasil penyekatan hari ini menunjukkan tren yang memuaskan, Disnakeswan Lamongan menegaskan tidak akan mengendurkan pengawasan. Mengingat mobilitas pengiriman hewan ternak diprediksi akan terus melonjak tajam hingga H-1 Iduladha, pos pantau di berbagai titik perbatasan regional lainnya akan tetap diaktifkan secara berkala demi memberikan ketenangan bagi masyarakat yang hendak berkurban. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow