Harga Sapi di Pasar Hewan Lamongan Naik hingga 25 Persen
Ada peningkatan kehadiran pedagang dan hewan ternak yang masuk. Kalau dibanding hari biasa, peningkatannya sekitar 20 persen. Rata-rata harga sapi siap kurban mengalami kenaikan sekitar Rp1 hingga 3 juta per ekornya," ujar Isrofil saat ditemui di area pasar. Minggu, (17/5/2026) pagi.
Lamongan, (afederasi.com) – Mendekati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas perdagangan di Pasar Hewan Tikung, Kabupaten Lamongan, mulai menunjukkan lonjakan signifikan. Tidak hanya volume kendaraan dan kedatangan pedagang yang meningkat, harga jual sapi siap kurban pun kini merangkak naik. Minggu, (17/5/2026).
Kenaikan harga ini dipicu oleh tingginya permintaan dari luar daerah, di samping meningkatnya antusiasme masyarakat untuk berburu hewan kurban lebih awal demi mendapatkan kualitas terbaik.
Kepala UPT Pasar Hewan Tikung dan Babat Lamongan, Isrofil, membenarkan adanya tren positif ini. Menurut pantauannya di lapangan, volume sapi yang masuk ke pasar mengalami kenaikan yang cukup mencolok jika dibandingkan dengan hari pasaran biasa.
"Ada peningkatan kehadiran pedagang dan hewan ternak yang masuk. Kalau dibanding hari biasa, peningkatannya sekitar 20 persen. Rata-rata harga sapi siap kurban mengalami kenaikan sekitar Rp1 hingga 3 juta per ekornya," ujar Isrofil saat ditemui di area pasar. Minggu, (17/5/2026) pagi.
Isrofil menambahkan, puncak keramaian pasar diprediksi akan terus terjadi hingga sepekan menjelang hari H Iduladha. Hewan ternak yang diperjualbelikan di pasar ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal Lamongan, melainkan juga diminati oleh para pemburu hewan kurban dari luar daerah.
"Pedagang yang datang ke sini kebanyakan dari luar kota juga, seperti daerah Sidoarjo dan Krian. Perputaran uang dan hewannya cukup cepat," imbuhnya.
Kondisi ini tentu menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang musiman maupun peternak lokal. Salah seorang pedagang sapi di Pasar Tikung, Ridwan, mengungkapkan bahwa kenaikan harga pada momen menjelang Iduladha tahun ini bahkan lebih baik dan terasa dibanding tahun lalu.
Menurut Ridwan, persentase kenaikan harga di tingkat pedagang bisa mencapai 25 persen per ekornya, tergantung pada bobot dan jenis sapi.
"Malah meningkat sekAppparang (dibanding tahun lalu). Kalau dibanding hari biasa, peningkatannya bisa sampai Rp3 juta per ekor. Sapi yang biasanya laku Rp20 juta, sekarang rata-rata dilepas dengan harga Rp25 juta," ungkap Ridwan.
Ridwan membeberkan, jenis sapi tertentu menjadi primadona dan paling banyak diburu oleh panitia kurban maupun perorangan karena dinilai memiliki daging yang padat dan perawakan yang gagah.
"Yang paling diminati itu yang bulunya merah-merah begini. Jenis Limosin, Pegon, sama Metal (Simmental). Terutama yang ada tanduknya, itu paling cepat laku," pungkasnya. (yan)
What's Your Reaction?

