Pacitan Maksimalkan Hilirisasi dan Irigasi, Greenhouse Wisata Jadi Arah Pengembangan DKPP

06 Jan 2026 - 09:24
Pacitan Maksimalkan Hilirisasi dan Irigasi, Greenhouse Wisata Jadi Arah Pengembangan DKPP
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan saat menyampaikan arah inovasi pertanian berbasis wisata, Selasa (6/1/2026). (Foto:Feri/Afederasi)

Pacitan, (afederasi.com) — Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian pada tahun 2026 menaikkan alokasi anggaran nasional untuk sektor pertanian.

Kenaikan ini diarahkan untuk memperkuat produksi pangan, fasilitas sarana prasarana, serta mendorong hilirisasi komoditas di berbagai daerah.

Kabupaten Pacitan menjadi salah satu daerah yang ikut merasakan dampak program tersebut.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan menyampaikan bahwa dukungan dari pemerintah pusat tidak diberikan dalam bentuk dana langsung ke dinas.

Program biasanya disalurkan melalui bantuan sarana produksi dan fasilitas pendukung pertanian.

Kepala DKPP Pacitan, Sugeng Santoso, mengatakan bantuan tersebut berupa benih serta prasarana pertanian.

“Terkait anggaran dari kementerian itu tidak secara langsung masuk ke dinas. Biasanya kita menerima dalam bentuk bantuan benih dan fasilitas prasarana pertanian,” jelasnya, Selasa (6/1/2026).

Pada tahun ini Pacitan juga mendapatkan program pembangunan irigasi pertanian. Program tersebut mencakup dam parit dan penampungan air di kawasan lahan pertanian.

Fasilitas ini bertujuan menjaga ketersediaan air agar produksi tetap stabil sepanjang tahun.

Sejalan dengan arah kebijakan nasional, DKPP Pacitan juga mendorong hilirisasi komoditas. Salah satu yang sedang difokuskan yaitu pengolahan kakao.

“Kita mengajukan alat pengolahan hasil utama kakao. Harapannya tidak hanya jual biji basah. Tetapi bisa sampai bubuk coklat sehingga ada nilai tambah,” ujar Sugeng.

DKPP juga mulai mendorong inovasi pertanian modern. Salah satunya melalui sistem greenhouse yang dipadukan dengan konsep wisata. .

Model ini diarahkan pada pengembangan agrowisata seperti wisata petik melon.

“Ini kita coba lakukan inovasi kombinasi. Ada budidaya yang menggunakan greenhouse tetapi juga mengarah ke wisata. Seperti wisata petik melon atau bentuk lain yang bisa kita kembangkan,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan agrowisata diharapkan memberi dampak ekonomi lebih luas.

“Itu potensi yang kita manfaatkan. Bagaimana sektor pertanian ini bisa mendukung sektor pariwisata juga,” ungkapnya.

Meski berbagai program tengah berjalan, DKPP tetap menjadikan pemenuhan air irigasi sebagai fokus utama.

Ketersediaan air dinilai menjadi dasar penting dalam keberhasilan pertanian.

“Arah fokus kegiatan ke depan masih bagaimana kebutuhan air untuk irigasi pertanian bisa terpenuhi. Karena itu merupakan hal utama dalam pertanian,” tegas Sugeng.

Dengan dukungan program pusat, hilirisasi, dan inovasi budidaya, sektor pertanian Pacitan diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan pangan.

Namun juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.(Feri)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow