Takjil di GOR Lembu Peteng Dipastikan Aman, Dinkes Tulungagung: 30 Sampel Negatif Bahan Berbahaya
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung memastikan aneka jajanan yang dijajakan di Sentra Takjil Nusantara (Savana) kawasan GOR Lembu Peteng bebas dari zat kimia berbahaya.
Tulungagung, (afederasi.com) – Kabar gembira bagi warga Tulungagung yang gemar berburu kudapan berbuka puasa. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung memastikan aneka jajanan yang dijajakan di Sentra Takjil Nusantara (Savana) kawasan GOR Lembu Peteng bebas dari zat kimia berbahaya.
Kepastian ini didapat setelah tim gabungan dari Dinkes Tulungagung dan BPOM Kediri menggelar inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis (26/2/2026). Dalam aksi jemput bola tersebut, petugas mengambil 30 sampel makanan dan minuman secara acak untuk diuji laboratorium secara cepat di lokasi.
Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Desi Lusiana, menegaskan bahwa langkah ini merupakan agenda rutin tahunan. Tujuannya tak lain untuk menjamin keamanan pangan masyarakat selama Ramadan 1447 H sekaligus membina para pelaku UMKM.
"Dari 30 sampel yang kami periksa, seluruhnya dinyatakan negatif bahan berbahaya," ujar Desi saat memberikan keterangan di sela-sela peninjauan.
Pengujian tersebut menyasar empat parameter zat berbahaya yang kerap disalahgunakan, yakni Metanil Yellow, Rhodamin B, boraks, dan formalin. Berbagai menu populer seperti dimsum, pentol, tahu walik, hingga aneka minuman segar tak luput dari pemeriksaan petugas. Hasilnya, tidak ditemukan satu pun kandungan zat pewarna tekstil maupun pengawet mayat dalam dagangan para pedagang.
Menurut Desi, temuan bersih ini menjadi indikator positif bahwa edukasi yang selama ini diberikan kepada pedagang mulai membuahkan hasil. Para pelaku UMKM dinilai kian sadar akan pentingnya kesehatan konsumen.
"Alhamdulillah, ini bukan sekadar sidak sesaat, tapi hasil pembinaan rutin. Hari ini terbukti tidak ditemukan bahan berbahaya," lanjutnya dengan nada optimis.
Selain memeriksa kandungan zat kimia, tim di lapangan juga menyisir aspek sanitasi, mulai dari kebersihan lapak hingga cara penyajian makanan. Meski secara umum sudah baik, petugas tetap memberikan catatan kecil kepada sejumlah pedagang agar kualitas kebersihan terus ditingkatkan.
Sebagai bentuk apresiasi dan penanda keamanan, petugas menempelkan stiker khusus di setiap lapak yang telah diperiksa. Stiker tersebut menjadi bukti bahwa pedagang telah mengikuti pembinaan dan memahami standar keamanan pangan yang ditetapkan pemerintah.
"Kami berharap pengawasan ini memberikan rasa aman bagi masyarakat saat membeli takjil. Kami juga terus mendorong pelaku UMKM untuk menjaga kualitas produknya," pungkas Desi.(riz/dn)
What's Your Reaction?



