Situbondo Dikepung Banjir dan Angin Kencang, 8.000 Rumah di 7 Kecamatan Terdampak
Situbondo, (afederasi.com) – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Sabtu (7/3/2026) malam. Bencana hidrometeorologi ini memicu banjir luapan sungai yang merendam ribuan pemukiman warga serta menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah titik.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, sedikitnya 8.000 rumah yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak banjir. Wilayah yang mengalami dampak cukup parah meliputi Kecamatan Banyuglugur, Besuki, Jatibanteng, Mlandingan, Bungatan, Kendit, hingga wilayah perkotaan Situbondo dan Suboh.
Kepala BPBD Situbondo, Timbul Harjanto, mengonfirmasi bahwa banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan sejak siang hingga malam hari yang membuat debit air sungai meluap ke pemukiman. Selain banjir, terjangan angin kencang juga dilaporkan merobohkan pepohonan dan merusak rumah warga di beberapa desa.
"Banjir melanda sejumlah desa mulai dari Kalianget di barat hingga wilayah Kotakan di pusat kota," ujar Timbul saat memberikan keterangan pada Minggu (8/3/2026).
Tak hanya air dan angin, ancaman bencana juga meluas hingga tanah longsor yang terjadi di Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur. Akibatnya, akses dan keamanan warga di wilayah perbukitan tersebut sempat terganggu akibat material tanah yang labil pasca diguyur hujan nonstop.
Merespons kondisi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Situbondo langsung menerjunkan tim gabungan untuk melakukan penanganan di lokasi terdampak. Sejak Minggu pagi, otoritas terkait telah mengoperasikan dapur umum guna menjamin ketersediaan logistik bagi ribuan warga yang rumahnya terendam.
"Sejak pagi ini dapur umum sudah beroperasi untuk melayani kebutuhan warga," tegas Timbul.
Bupati Situbondo juga dilaporkan langsung turun ke lapangan, khususnya di Desa Lubawang, untuk memantau proses evakuasi dan penyaluran bantuan. Personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jawa Timur pun telah bergabung sejak Sabtu malam untuk mempercepat proses asesmen dan pembersihan material pohon tumbang.
Hingga saat ini, petugas masih bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi adanya banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif. Prioritas utama petugas saat ini adalah mengevakuasi warga lansia serta mereka yang membutuhkan penanganan medis ke tempat yang lebih aman.
"Petugas masih melakukan pendataan dan mengevakuasi warga yang sakit," pungkas Timbul.(vya/dn)
What's Your Reaction?



