Sindir "Demokrasi Omon-Omon", PMII Madiun Desak Pemuda Lawan Watak Otoriter Elite

"Tragedi Reformasi 1998 bukan sekadar masa lalu, melainkan bukti nyata bahwa kekuasaan tanpa pengawasan ketat akan melahirkan penindasan, korupsi, dan pembungkaman kebebasan berpendapat," tegas Kariendra dalam pernyataannya.

21 May 2026 - 21:52
Sindir "Demokrasi Omon-Omon", PMII Madiun Desak Pemuda Lawan Watak Otoriter Elite
PK PMII Unipma menggelar nobar film

Madiun, (afederasi.com) — Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) menggelar aksi refleksi memperingati Hari Reformasi lewat nonton bareng (nobar) film “Di Balik 98” dan bedah buku “Kronik Penculikan Aktivis dan Kekerasan Negara 1998”, Kamis (21/5/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun ini diikuti puluhan kader PMII serta perwakilan DPK GMNI Komisariat UNIPMA. Di lokasi acara, terpasang sejumlah poster kritik tajam bertuliskan "Menolak Diam", "#Reformasi", hingga "28 Tahun Reformasi, Demokrasi Omon-Omon".

Ketua Biro Hubungan Komunikasi Pemerintahan dan Kebijakan Publik PC PMII Madiun, Kariendra Wisnu Wardana, menegaskan bahwa agenda ini sengaja digelar untuk memantik kembali nalar kritis kaum muda agar tidak amnesia terhadap sejarah kelam Orde Baru.

"Tragedi Reformasi 1998 bukan sekadar masa lalu, melainkan bukti nyata bahwa kekuasaan tanpa pengawasan ketat akan melahirkan penindasan, korupsi, dan pembungkaman kebebasan berpendapat," tegas Kariendra dalam pernyataannya.

Kariendra mengingatkan bahwa situasi politik hari ini menuntut pemuda untuk tetap waspada terhadap manuver kelompok penguasa yang berpotensi mencederai iklim demokrasi pasca-Reformasi.

"Reformasi 1998 adalah jeritan rakyat terhadap ketidakadilan. Generasi muda hari ini harus berani mengawal kebijakan publik agar demokrasi kita tidak kembali dikuasai praktik otoriter maupun kepentingan elite semata. Melupakan sejarah hanya akan membuka peluang terulangnya kesewenang-wenangan di masa depan," imbuhnya.

Diskusi yang dipandu oleh empat pemantik dari kader PMII Unipma, yakni Deva Saylindra, Dina Rizky Purbayarni, Hanifah Aryaqorry, dan Kevin Maulana Aji, ini berjalan interaktif. Melalui refleksi ini, organisasi mahasiswa di Madiun sepakat memperkuat komitmen untuk tetap konsisten bergerak sebagai mitra kritis pemerintah. (hen)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow