Ribuan Pelanggaran Operasi Ketupat Gresik Didominasi Pengendara Motor
Pelanggaran didominasi roda dua, namun kendaraan lain seperti mobil pribadi dan truk besar juga masih ada yang melanggar,” jelasnya.
Gresik, (afederasi.com) – Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah Gresik memang berlangsung aman dan kondusif. Namun di balik itu, angka pelanggaran lalu lintas masih tergolong tinggi.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik mencatat sebanyak 2.477 kendaraan ditindak selama operasi yang berlangsung hingga 25 Maret 2026 tersebut. Dari jumlah itu, 2.377 pengendara hanya diberikan teguran, sementara 100 lainnya dikenai tilang elektronik (ETLE).
Kasatlantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, mengakui bahwa pelanggaran masih banyak ditemukan di lapangan, meskipun pendekatan humanis lebih diutamakan selama operasi.
“Operasi berjalan aman dan kondusif, tetapi pelanggaran masih cukup tinggi. Kami lebih mengedepankan teguran sebagai langkah edukasi kepada masyarakat,” ujarnya, Minggu (29/03/2026).
Menurut AKP Nur Arifin, mayoritas pelanggaran dilakukan oleh pengendara roda dua. Meski demikian, pelanggaran juga masih ditemukan pada mobil pribadi hingga kendaraan angkutan barang, termasuk saat masa pembatasan operasional kendaraan besar.
KBO Satlantas Polres Gresik, Ipda Arif Harianto, menyebut total 2.477 pelanggar tersebut menunjukkan bahwa kesadaran tertib berlalu lintas masih perlu ditingkatkan.
“Pelanggaran didominasi roda dua, namun kendaraan lain seperti mobil pribadi dan truk besar juga masih ada yang melanggar,” jelasnya.
Meski Operasi Ketupat Semeru telah berakhir, kepolisian tidak serta-merta mengendurkan pengawasan. Satlantas Polres Gresik tetap melanjutkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) hingga 31 Maret 2026.
Selain itu, posko pelayanan dan pengamanan masih disiagakan di enam titik strategis guna mengantisipasi lonjakan arus balik serta potensi kemacetan, terutama menjelang berakhirnya pembatasan kendaraan besar pada 29 Maret mendatang.
Polisi juga memprediksi peningkatan mobilitas masyarakat pada akhir pekan, baik untuk arus balik maupun kunjungan ke destinasi wisata.
“Potensi arus balik dan peningkatan aktivitas masyarakat masih tinggi, sehingga pengamanan tetap kami perkuat,” tegas Nur Arifin.
Dengan masih tingginya angka pelanggaran tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dalam berlalu lintas demi keselamatan bersama.(frd)
What's Your Reaction?



