Di Tengah Isu Krisis Energi Akibat Konflik Iran-AS, Stok BBM Nelayan Pantura Gresik Stabil

Kayaknya untuk hari-hari ini masih belum terdampak. Tapi belum tahu nanti setelah hari raya. SPBUN masih buka Sabtu besok. Kita ambil solar nelayan memang tidak di SPBU,” ujarnya, Minggu (29/03/2026).

29 Mar 2026 - 15:01
Di Tengah Isu Krisis Energi Akibat Konflik Iran-AS, Stok BBM Nelayan Pantura Gresik Stabil
Aktivitas nelayan dan deretan perahu yang siap melaut di kawasan Pantura Gresik (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Konflik geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memicu ketegangan di jalur logistik global, sejauh ini belum berdampak langsung pada aktivitas nelayan di Kabupaten Gresik.

Ketersediaan maupun harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang menjadi kebutuhan utama nelayan untuk melaut—masih dalam kondisi stabil.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Gresik, Samaun, mengatakan bahwa hingga saat ini para nelayan masih bisa memperoleh solar dengan normal melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN).

“Kayaknya untuk hari-hari ini masih belum terdampak. Tapi belum tahu nanti setelah hari raya. SPBUN masih buka Sabtu besok. Kita ambil solar nelayan memang tidak di SPBU,” ujarnya, Minggu (29/03/2026).

Seperti diketahui, pembatasan aktivitas di Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons atas konflik dengan AS dan Israel berpotensi mengganggu distribusi energi global, termasuk BBM. Dampaknya diprediksi bisa merembet hingga ke daerah, termasuk sektor perikanan.

Meski demikian, Samaun memastikan harga solar yang dibeli nelayan saat ini masih berada pada angka normal, yakni sekitar Rp6.800 per liter.

“Harganya masih standar, Rp6.800. Kemarin Kamis masih bisa beli di SPBUN Campurejo. Memang SPBUN di sini melayani enam hari, hari Jumat libur menyesuaikan aktivitas nelayan,” jelasnya.

Selama ini, nelayan di wilayah utara Gresik seperti Panceng dan Ujungpangkah mengandalkan pasokan solar dari SPBUN di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng.

Di sisi lain, Samaun mengungkapkan jumlah nelayan di Kabupaten Gresik mencapai sekitar 5.000 perahu, dengan kebutuhan solar yang berbeda-beda tergantung jenis mesin kapal.

Samaun pun berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan SPBUN di Kecamatan Ujungpangkah guna mempermudah akses nelayan terhadap BBM.

“Tolong kalau bisa dibantu percepatan pembangunan SPBUN di Ujungpangkah. Biar nelayan tidak kelabakan saat kebutuhan tinggi di akhir bulan. Kalau beli di pengecer, harganya tidak seperti di SPBUN,” pungkasnya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow