Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Gresik, Tim Basarnas Kerahkan Helikopter

Pemantauan udara menjadi bagian penting dalam operasi SAR, terutama untuk menjangkau area yang luas dan memantau kondisi secara menyeluruh,” ujar Nanang.

05 May 2026 - 20:45
Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Gresik, Tim Basarnas Kerahkan Helikopter
Upaya pencarian secara intensif dilakukan Tim SAR gabungan dari udara dengan mengunakan helikopter (Istimewa/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Memasuki hari ketiga, upaya pencarian terhadap Hajib (55), nelayan yang dilaporkan hilang di perairan sekitar PLTU Gresik, terus diintensifkan. Tim SAR gabungan memperluas operasi dengan mengerahkan pemantauan udara guna mempercepat proses pencarian, Selasa (05/05/2026).

Langkah ini dipimpin langsung Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku Search Mission Coordinator (SMC). Bersama Kepala Seksi Operasi Didit Arie R., ia melakukan pemantauan dari udara menggunakan helikopter Basarnas jenis Dauphin AS365 N3+ HR 3601.

Helikopter lepas landas dari Skuadron 400 Wing Udara II Juanda pada pukul 10.08 WIB, menyisir wilayah perairan Gresik dari ketinggian. Dari udara, area pencarian diperluas hingga sekitar 16 nautical mile square untuk mengidentifikasi kemungkinan keberadaan korban di permukaan laut.

“Pemantauan udara menjadi bagian penting dalam operasi SAR, terutama untuk menjangkau area yang luas dan memantau kondisi secara menyeluruh,” ujar Nanang.

Tak hanya dari udara, pencarian juga dilakukan secara intensif melalui jalur laut. Tim SAR gabungan membagi operasi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) yang bergerak menyisir area berbeda sesuai peta pencarian.

SRU pertama menyisir wilayah seluas sekitar 3,85 mil laut, sementara SRU kedua menjangkau area sekitar 1,84 mil laut. Operasi laut ini melibatkan perahu karet serta kapal patroli milik Ditpolairud Polda Jawa Timur.

Komandan Tim Rescue Kantor SAR Surabaya, Chandra Kriatyawan, mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama dalam pencarian adalah lokasi kejadian yang berada di jalur pelayaran barat Surabaya—salah satu rute padat kapal.

“Banyak kapal melintas di jalur tersebut, sehingga tim harus ekstra hati-hati saat melakukan penyisiran,” jelasnya.

Selain itu, tim SAR juga menyebarluaskan informasi kepada para nelayan dan kapal yang melintas di sekitar lokasi, guna memperluas kemungkinan ditemukannya korban.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kantor SAR Surabaya, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Satpolairud Polres Gresik, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Gresik, hingga relawan dari SAR MTA, SAR Pangkah, SAR SU, RAPI, Madas Gresik, Pos Kamladu, serta nelayan setempat.

Meski berbagai upaya telah dilakukan secara maksimal, hingga hari ketiga operasi, korban Hajib (55) masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan memastikan pencarian akan terus dioptimalkan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow