Pasar Dungus Bersahaja: Dari Puing Kebakaran Menuju Ikon Modern Madiun

28 Feb 2026 - 14:41
Pasar Dungus Bersahaja: Dari Puing Kebakaran Menuju Ikon Modern Madiun
Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi di Pendopo Muda Graha, Sabtu (28/2/2026). (Ist)

Madiun, (afederasi.com) - Filosofi "Bersahaja" kini bukan sekadar slogan di Kabupaten Madiun, melainkan wujud nyata kebangkitan ekonomi pasca-musibah.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bergerak cepat mengawal transformasi Pasar Dungus yang sempat ludes terbakar pada September 2022 silam. Dalam paparan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Pendopo Muda Graha, Sabtu (28/2/2026),

Bupati menegaskan komitmennya menghapus stigma pasar kumuh melalui pembangunan gedung modern dua lantai yang diberi nama "Pasar Dungus Bersahaja".

Merespons paparan teknis tersebut, Bupati Hari memberikan instruksi khusus agar aspek kenyamanan menjadi prioritas utama. Beliau meminta agar jarak pasar dengan pemukiman warga diatur secara proporsional serta akses keluar-masuk bagi pedagang dibuat lebih leluasa.

Ia menekankan bahwa citra pasar tradisional harus berubah total dari kesan kotor menjadi tempat yang representatif bagi masyarakat.

"Pasar tradisional tidak boleh identik dengan kesan kumuh dan bau. Saya minta jumlah toilet ditambah dan penataan akses diperhatikan. Nama 'Pasar Dungus Bersahaja' ini selaras dengan visi misi kabupaten kita," tegas Bupati Hari saat menanggapi draf pembangunan tersebut.

Dalam penjelasannya di hadapan Bupati, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, mengungkapkan adanya peningkatan kapasitas yang signifikan dalam desain terbaru. 

Jika rencana awal hanya menyediakan 36 kios dan 256 los, kini kapasitasnya melonjak menjadi 44 kios dan 267 los untuk menampung lebih banyak pedagang.

"Lantai satu akan fokus pada area dagang, sementara lantai dua akan dilengkapi dengan zona food court, kantor pengelola, serta fasilitas sosial seperti ruang laktasi dan klinik kesehatan," papar Boby merinci detail bangunan dua lantai tersebut.

Di sisi lain, Wakil Bupati Purnomo Hadi yang turut hadir dalam paparan tersebut memberikan atensi keras pada aspek sanitasi, terutama di zona daging. Mengingat area tersebut merupakan lahan basah yang rawan aroma tidak sedap, ia meminta tim teknis benar-benar mengawal Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara ketat agar kenyamanan pengunjung terjaga.

"Kontrol air bersih dan pembuangan harus terjaga setiap saat. Kita ingin pengunjung dan pedagang merasa betah dan nyaman saat bertransaksi," imbuh Wabup Purnomo.

Proyek yang melibatkan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini juga dipantau langsung oleh Pj. Sekda Sigit Budiarto. Kehadiran pasar modern ini diharapkan menjadi urat nadi baru bagi ekonomi kerakyatan di Madiun, sekaligus menghapus memori kelam insiden kebakaran yang sempat melumpuhkan ratusan lapak pedagang beberapa tahun lalu. (hen)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow