Diduga Gagal Menyalip, Remaja 17 Tahun di Tulungagung Tewas Usai Hantam Truk Tangki

Kecelakaan maut terjadi di Desa Bolorejo, Tulungagung. Seorang remaja asal Gondang tewas setelah motornya hilang kendali saat menyalip dan menabrak truk dari arah berlawanan.

26 Apr 2026 - 01:22
Diduga Gagal Menyalip, Remaja 17 Tahun di Tulungagung Tewas Usai Hantam Truk Tangki
Kendaraan sepeda motor yang dikendarai CAP berada di bawah kolong truk tanki (ist)

Tulungagung, (afederasi.com) – Insiden kecelakaan maut yang merenggut nyawa kembali terjadi di wilayah hukum Polres Tulungagung. Seorang remaja berinisial CAP (17), warga Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, dilaporkan meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan truk tanki milik KUD Tani Wilis di jalan umum Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Sabtu (25/4/2026) malam.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Korban yang mengendarai Honda Vario bernopol AG 6548 RCO terlibat tabrakan hebat dengan truk Hino bernopol B 9471 TFU yang dikemudikan oleh YA (35) bersama seorang penumpang, LFA (38).

Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, mengungkapkan bahwa kronologi kejadian bermula saat korban melaju dari arah timur menuju ke barat. Setibanya di lokasi kejadian, korban bermaksud mendahului kendaraan yang ada di depannya.

"Saat menyalip, diduga korban hilang kendali sehingga kendaraannya melebar ke arah kanan," ujar AKP Taufik Nabila saat dikonfirmasi, Minggu (26/4/2026).

Laju motor yang terlalu ke kanan membuat korban tidak dapat menghindar ketika truk Hino muncul dari arah berlawanan. Benturan keras pun tak terelakkan di jalur tersebut. Pihak kepolisian segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Kendaraan korban melebar dan langsung bertabrakan dengan truk yang dikendarai YA," lanjut Taufik menjelaskan proses terjadinya benturan.

Petugas medis yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan darurat terhadap korban. Namun, akibat luka serius yang diderita, nyawa remaja tersebut tidak dapat diselamatkan.

"Petugas medis menyatakan bahwa CAP sudah dalam kondisi meninggal dunia saat dalam penanganan di TKP," tegasnya.

Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga setelah sebelumnya dievakuasi ke RSUD dr. Iskak Tulungagung. Polisi juga telah mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan beserta dokumen pendukung sebagai barang bukti.

Menanggapi kejadian ini, AKP Taufik mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pelajar, untuk lebih berhati-hati dan memperhitungkan faktor keamanan saat berkendara di jalan raya.

"Jangan memaksakan diri jika ruang mendahului terlalu sempit. Lebih baik menunggu kondisi aman agar kejadian serupa tidak terulang," pungkasnya.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow