Banyuwangi Jadi Kiblat Daerah Dua Kepala Daerah Datang untuk Belajar Pariwisata
Banyuwangi, (afederasi.com) - Capaian kinerja Banyuwangi di sejumlah bidang terus menarik perhatian daerah lain. Buktinya, dua kepala daerah dari luar wilayah, yakni Walikota Padang Panjang, Sumatera Barat, Hendri Arnis, dan Bupati Malang, M. Sanusi, datang langsung ke Banyuwangi untuk berbagi pengalaman, khususnya dalam pengelolaan pariwisata.
Keduanya disambut langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani beserta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di Kantor Pemkab Banyuwangi. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi ajang diskusi mendalam tentang strategi membangun daerah di tengah keterbatasan fiskal.
Walikota Padang Panjang, Hendri Arnis, mengaku ini adalah kunjungan keduanya ke Banyuwangi. Ia pertama kali datang pada 2011, dan kini kembali pada 2026. Dalam rentang waktu 15 tahun, ia melihat perubahan yang sangat signifikan.
"Saya pertama datang tahun 2011, saat ini datang lagi di 2026 perubahannya sudah jauh sekali, sangat luar biasa. Karenanya, kami ingin mempelajari beberapa hal yang mendorong kemajuan Banyuwangi," kata Hendri.
Menurutnya, pengembangan pariwisata Banyuwangi tumbuh dengan pesat tanpa meninggalkan akar budaya lokal. Ia mengaku kagum dengan berbagai event seni budaya yang dikemas apik dan dipromosikan secara masif melalui media sosial.
"Kami mengikuti perkembangan Banyuwangi di antaranya lewat media sosial. Kami melihat beragam event seni budaya dan kearifan lokal yang dikemas dengan sangat baik," ujarnya.
"Kami berharap setelah ini, jajaran kami bisa menjalin koordinasi dan komunikasi dengan OPD di Banyuwangi untuk sharing berbagai pengalaman memajukan daerah," imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Malang M. Sanusi juga tak ketinggalan memberikan apresiasi. Ia menilai Banyuwangi berhasil mengangkat berbagai potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi yang nyata.
"Kami juga ingin belajar berbagai alternatif pembiayaan pembangunan yang telah dilakukan Banyuwangi untuk memajukan daerah," ujar Sanusi.
Pernyataan tersebut menyiratkan ketertarikan Malang terhadap skema-skema inovatif yang diterapkan Banyuwangi dalam membiayai proyek-proyek strategis di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Menanggapi antusiasme dua kepala daerah tersebut, Bupati Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa Banyuwangi bukanlah daerah yang instan meraih sukses. Ia mengingatkan bahwa Banyuwangi adalah kabupaten terluas di Jawa Timur dengan luas wilayah hampir setara gabungan enam daerah di Surabaya Raya, serta dihuni 1,7 juta penduduk.
"Tantangan tersebut serta keterbatasan fiskal menuntut kami harus terus berinovasi untuk mengubah tantangan menjadi peluang," kata Bupati Ipuk.
Salah satu strategi utama adalah membuat skala prioritas pembangunan yang jelas dan mendesain pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. Ipuk menegaskan, fokusnya bukan sekadar mendatangkan wisatawan, tetapi menggerakkan ekonomi warga dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
"Kami bersyukur memiliki warga Banyuwangi yang sangat bangga dengan budayanya. Jadi, ide kami sangat nyambung dengan warga," kata Ipuk.
Ia mencontohkan Banyuwangi Festival yang sebagian besar event-nya adalah tradisi dan budaya lokal yang telah mengakar di masyarakat. Tradisi yang hidup turun-temurun tersebut dikemas dengan manajemen event kekinian tanpa menghilangkan esensi aslinya.
"Tradisi yang telah hidup turun temurun di warga, kami kemas sedemikian rupa dengan manajemen event kekinian, akhirnya menjadi atraksi yang menarik. Banyak event yang memang digelar atas inisiatif warga, kami mengkurasi sedikit agar lebih apik atraksinya," papar Ipuk.
Berkat kolaborasi dan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,65 persen, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang sebesar 4,68 persen di 2024.
Yang tak kalah membanggakan, persentase penduduk miskin juga berhasil ditekan. Angka kemiskinan turun dari 6,54 persen di 2024 menjadi 6,13 persen pada 2025.
Kunjungan dua kepala daerah ini menjadi bukti nyata bahwa Banyuwangi telah berhasil menempatkan diri sebagai daerah rujukan dalam pengelolaan pariwisata dan pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. (Ron)
What's Your Reaction?



