Ultimatum 7 Hari, Aliansi BEM Madiun Ancam Aksi Massa Besar-besaran
Koordinator Aliansi BEM Madiun Guntur Ega Pratama menegaskan bahwa jika dalam waktu satu minggu tidak ada respons yang signifikan dari pihak terkait, mahasiswa akan turun ke jalan.
Madiun, (afederasi.com) – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Madiun mengeluarkan pernyataan sikap tegas terkait sederet isu nasional dan kebijakan pemerintah. Melalui konsolidasi yang mencapai puncaknya pada Sabtu (28/2/2026), para mahasiswa menyepakati enam tuntutan krusial dan memberikan tenggat waktu satu minggu bagi pemerintah untuk merespons.
Mengusung semangat "Reformasi Total atau Kami Lawan!", aliansi ini menyoroti berbagai persoalan mulai dari moralitas institusi hingga transparansi anggaran kesejahteraan. Adapun enam poin tuntutan utama yang dilayangkan adalah:
1. Menuntut Reformasi Polri, penghapusan budaya kekerasan dan impunitas di tubuh kepolisian.
2. Menuntut audit total anggaran Makan Bergizi Gratis dan pencopotan Kepala BGN.
3. Mendesak Indonesia mundur dari keanggotaan Board of Peace.
4. Menuntut tanggung jawab pemerintah atas pemulihan pascabanjir di Aceh dan Sumatra.
5. Mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan wewenang dan anggaran di Koperasi Desa Merah Putih.
6. Menolak Ahmad Sahroni kembali menjabat sebagai Pimpinan Komisi III DPR RI.
Koordinator Aliansi BEM Madiun Guntur Ega Pratama menegaskan bahwa jika dalam waktu satu minggu tidak ada respons yang signifikan dari pihak terkait, mahasiswa akan turun ke jalan.
"Jika tuntutan ini diabaikan, kami akan melakukan aksi dengan massa yang lebih besar dan solid. Mahasiswa akan terus mengawal kepentingan rakyat," tegas Guntur dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/3/2026). (hen)
What's Your Reaction?



