Bukan Sekadar Jago Kandang, Industri Rokok Madura Mulai Kuasai Pasar Internasional

Di tengah fluktuasi ekonomi global, seorang pengusaha lokal asal Pamekasan berhasil mencatatkan sejarah sebagai pionir yang membawa rokok produksi Madura menembus pasar Asia hingga Eropa

01 Mar 2026 - 05:39
Bukan Sekadar Jago Kandang, Industri Rokok Madura Mulai Kuasai Pasar Internasional
Khalilur Ahmad Syahlawi, seorang pengusaha asal Situbondo (ist)

Pamekasan, (afederasi.com) – Industri rokok asal Pulau Madura kini tidak lagi hanya menjadi raja di pasar lokal. Di tengah fluktuasi ekonomi global, seorang pengusaha lokal asal Pamekasan berhasil mencatatkan sejarah sebagai pionir yang membawa rokok produksi Madura menembus pasar Asia hingga Eropa.

Keberhasilan ini terungkap saat Khalilur Ahmad Syahlawi, seorang pengusaha asal Situbondo, melakukan pertemuan strategis dengan sosok pionir tersebut di Pamekasan pada Sabtu malam (28/2/2026). Khalilur mengaku mendapatkan akses langsung setelah direkomendasikan oleh pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

"Sosok ini diperkenalkan kepada saya saat saya mengaku masih awam soal prosedur ekspor. Dari sana, terbuka jejaring baru untuk kolaborasi internasional," ujar Khalilur Ahmad Syahlawi di Pamekasan.

Pionir ekspor yang memilih untuk tetap anonim ini merupakan pria kelahiran Lombok Timur yang kini menetap di Pamekasan. Ia mengoperasikan sejumlah fasilitas produksi yang tersebar di dua kabupaten sentra tembakau, yakni Sumenep dan Pamekasan. Salah satu merek unggulannya, Exodus, dilaporkan telah sukses melantai di etalase pasar mancanegara.

Dalam diskusi panjang yang berlangsung hingga menjelang tengah malam, sang pionir membedah kunci sukses tata kelola ekspor. Menurutnya, hambatan terbesar bagi pengusaha lokal bukan sekadar racikan tembakau, melainkan pemenuhan standar legalitas dan konsistensi produksi yang ketat.

"Tidak semua pabrik mampu menembus pasar nasional, apalagi ekspor," tegas sang pionir dalam diskusi tersebut. Ia menekankan bahwa regulasi internasional menuntut profesionalisme tinggi dalam manajemen pabrik dan jaringan distribusi global.

Pertemuan tersebut juga menjadi ajang adu visi yang ambisius. Khalilur, yang mengaku telah memiliki jaringan pasar di sembilan negara Asia, menyatakan ambisinya untuk menjadi pemain rokok terbesar di level benua. Pernyataan tersebut disambut positif oleh sang pionir hingga melahirkan kesepakatan untuk menjajaki kerja sama bisnis (dealing usaha).

"Kami sepakat menjajaki kolaborasi untuk memperkuat penetrasi pasar internasional," tambah Khalilur.

Pertemuan yang berakhir tepat pukul 23.55 WIB itu menjadi sinyal kuat bangkitnya industri hilir tembakau Madura. Sinergi antara pengalaman ekspor legal dengan jaringan distribusi lintas negara diharapkan mampu membawa produk "Pulau Garam" berbicara lebih lantang di kancah global.(mus/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow