Mengenal Sosok Kartini Aspal dari Lamongan, Amelia Irianto Driver Ojol Tangguh Tembus Batas Stigma Gender
Sekarang itu perempuan harus bisa di banyak hal, tidak hanya terpaku pada satu bidang saja. Saya pribadi merasa lebih menantang bekerja di jalanan, dan saya senang bisa bertemu banyak orang dengan berbagai karakter setiap harinya. Hal itu membuat saya tidak minder dan justru semakin percaya diri,” ujar Amelia saat ditemui di sela-sela saat menunggu pelanggan ojeknya, Selasa (21/04/2026).
Lamongan, (afederasi.com) – Semangat emansipasi yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini rupanya tidak hanya menggema di ruang-ruang formal atau perkantoran saja. Di jalanan aspal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, spirit itu hidup dan berdenyut dalam keseharian Amelia Irianto. Perempuan muda berusia 25 tahun ini memilih jalan hidup yang tergolong berani dengan menjadi pengemudi ojek online (ojol), sebuah profesi yang selama ini masih sangat didominasi oleh kaum pria.
Sudah sekitar tiga tahun terakhir, Amelia konsisten memacu sepeda motornya menembus debu dan kemacetan kota. Tanpa ada rasa canggung, ia bersaing secara sehat dengan para driver pria lainnya untuk memburu orderan demi orderan. Baginya, menjadi seorang perempuan bukanlah alasan untuk membatasi ruang gerak dalam mencari nafkah maupun aktualisasi diri.
Bagi Amelia, profesi ini bukan sekadar tentang menarik tuas gas dan mengantar penumpang dari satu titik ke titik lainnya. Ada kepuasan batin ketika ia berhasil membuktikan bahwa ketangguhan fisik dan mental tidak dimonopoli oleh satu gender saja. Mobilitas tinggi yang ia jalani setiap hari justru menjadi asupan energi yang membuatnya terus bersemangat.
“Sekarang itu perempuan harus bisa di banyak hal, tidak hanya terpaku pada satu bidang saja. Saya pribadi merasa lebih menantang bekerja di jalanan, dan saya senang bisa bertemu banyak orang dengan berbagai karakter setiap harinya. Hal itu membuat saya tidak minder dan justru semakin percaya diri,” ujar Amelia saat ditemui di sela-sela saat menunggu pelanggan ojeknya, Selasa (21/04/2026).
Pilihan Amelia untuk bertahan sebagai driver ojol didasari oleh rasa nyaman dan kebebasan yang ia dapatkan. Meskipun risiko di jalanan cukup besar, mulai dari cuaca yang tidak menentu hingga keamanan, ia mengaku telah menemukan ritme hidupnya di sini. Profesi ini memberikan fleksibilitas waktu sekaligus ruang untuk belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri dan tangguh menghadapi dinamika kehidupan perkotaan.
Sisi kemandirian Amelia juga terlihat dari pola hidupnya sehari-hari. Di tengah kesibukannya bekerja dari pagi hingga malam, ia memilih untuk tinggal mandiri di Lamongan. Sementara itu, kedua orang tuanya diketahui berdomisili di Surabaya. Meski tinggal terpisah dengan orang tua, Amelia tetap menjaga komunikasi dan kedekatan dengan keluarga besarnya di Lamongan.
Di sela-sela kesibukannya mengantar makanan atau penumpang, Amelia selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah neneknya yang hanya berjarak sekitar tiga menit dari tempat tinggalnya. Sementara sang adik telah menikati dan kini tinggal Bersama suaminya. Bagi Amelia, keluarga tetaplah prioritas dan menjadi alasan terkuatnya untuk terus bekerja keras.
Memperingati Hari Kartini tahun 2026 ini, Amelia ingin menyampaikan pesan kuat kepada seluruh perempuan di Indonesia, khususnya generasi muda. Ia menekankan bahwa di era yang semakin kompetitif ini, modal penampilan fisik atau kecantikan semata tidak akan cukup untuk bertahan hidup jika tidak dibarengi dengan kegigihan.
“Pesan saya untuk teman-teman perempuan, jadilah wanita yang hebat dan tangguh. Di dunia yang keras ini, tidak cukup hanya kita mengandalkan kecantikan saja. Kecantikan itu harus diimbangi dengan kerja keras dan mental yang kuat supaya kita tidak mudah dipandang sebelah mata,” tutur Amelia dengan nada tegas namun ramah.
Kisah Amelia Irianto adalah cerminan nyata bahwa semangat Kartini tidak pernah luntur. Ia adalah "Kartini Aspal" dari Lamongan yang berani menembus batas, mendobrak stigma, dan membuktikan bahwa perempuan masa kini adalah perempuan yang berdaya, pekerja keras, dan mampu berdiri di atas kaki sendiri. Melalui langkahnya, ia menginspirasi
What's Your Reaction?



