Mas Ipin Dorong Swasembada Pangan Berbasis Sekolah, Pangan Adalah Harga Diri Bangsa

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin meluncurkan program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah untuk menumbuhkan kesadaran ketahanan pangan dan kemandirian siswa sejak dini.

22 Apr 2026 - 11:35
Mas Ipin Dorong Swasembada Pangan Berbasis Sekolah, Pangan Adalah Harga Diri Bangsa
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama siswa saat menanam sayur di polibag (Ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai menanamkan semangat kedaulatan pangan melalui lingkungan sekolah. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menegaskan dukungannya terhadap Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah saat mendampingi kunjungan Yayasan Swatantra Pangan Nusantara di Kecamatan Gandusari, Rabu (22/4/2026).

Pria yang akrab disapa Mas Ipin ini terjun langsung membagikan bibit dan pupuk kepada para siswa. Menurutnya, melibatkan generasi muda dalam aktivitas bercocok tanam sejak dini merupakan langkah krusial untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap apa yang mereka konsumsi.

"Program ini adalah inisiatif edukatif dan produktif untuk menumbuhkan kesadaran ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan sekolah," ujar Mas Ipin di sela aktivitasnya bersama para siswa.

Dalam praktiknya, siswa diajak membudidayakan sayuran dan tanaman hortikultura menggunakan media polibag dengan metode pertanian organik. Kolaborasi antara Pemkab Trenggalek dan Yayasan Swatantra Pangan Nusantara ini diharapkan mampu mencetak generasi yang lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Mas Ipin menekankan bahwa sudah saatnya Indonesia merevolusi pola pikir mengenai sektor agraris. Baginya, pangan bukan sekadar komoditas, melainkan simbol martabat sebuah negara yang tidak boleh bergantung pada suplai asing.

"Pangan adalah harga diri suatu bangsa. Kita ingin semangat itu tertular sejak dini agar tidak ada pemikiran bahwa pangan bisa terus-menerus disuplai dari negara lain," tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati muda ini berharap swasembada pangan di lingkungan sekolah tidak berhenti sebagai program administratif semata, melainkan menjelma menjadi sebuah pergerakan masif. Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif agar tujuan besar ini dapat tercapai secara berkelanjutan.

"Kita ingin menggerakkan semua *stakeholder*. Gerakan itu akan jauh lebih masif kekuatannya daripada sekadar program formal," tambahnya.

Ke depan, cakupan program ini direncanakan tidak hanya terbatas pada sektor tanaman pangan atau sayuran saja. Pemkab Trenggalek juga melirik pengembangan sumber protein melalui kolam ikan skala sekolah untuk melengkapi kebutuhan gizi siswa secara mandiri.

"Semoga ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak kita ke depan untuk menjaga ketahanan pangan dan protein secara mandiri," pungkas Mas Ipin.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow