Lima Remaja Korban Ledakan Petasan di Jombang Masih Dirawat, Satu Jalani Amputasi Jari

14 Mar 2026 - 11:24
Lima Remaja Korban Ledakan Petasan di Jombang Masih Dirawat, Satu Jalani Amputasi Jari
Direktur RSUD Jombang dr.Pudji Umbaran, M.KP saat konferesndi pers dengan media , Sabtu (14/03/2026). (Foto:Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com)  – Kondisi lima remaja korban ledakan petasan di Dusun Kuwayuhan, Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang mulai menunjukkan perkembangan. Namun, satu korban harus menjalani operasi amputasi pada salah satu jarinya akibat cedera berat pascaledakan.

Kelima korban dilarikan ke RSUD Jombang setelah insiden nahas yang terjadi pada Jumat (13/3/2025) sekitar pukul 23.30 WIB di teras sebuah rumah warga. Ledakan keras diduga berasal dari petasan yang tengah dirakit para korban.

Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran,M.KP, mengungkapkan bahwa para korban tiba di instalasi gawat darurat sekitar pukul 02.00 WIB dini hari dengan kondisi luka bakar bervariasi.

"Kelima pasien datang dengan luka bakar yang berbeda-beda. Ada yang sekitar 12 persen, 25 persen, 28 persen, hingga 30 persen. Luka bakar akibat petasan biasanya cukup dalam sehingga harus ditangani secara serius," jelasnya kepada awak media, Sabtu (14/3/2026).

Setelah mendapatkan penanganan darurat, kelima korban langsung dipindahkan ke ruang perawatan intensif di Ruang Yudistira RSUD Jombang.

Dari lima korban, satu orang mengalami kondisi paling kritis dengan crush injury atau cedera hancur pada tangan kirinya.

"Pada satu pasien terjadi cedera berat pada tangan kiri. Jari keduanya mengalami kerusakan sangat parah akibat ledakan," terang dr. Pudji.

Tim medis RSUD Jombang awalnya berdiskusi panjang dengan pihak keluarga yang sempat menolak tindakan amputasi. Namun setelah mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai kondisi luka, keluarga akhirnya memberikan persetujuan.

"Setelah melalui diskusi dengan keluarga, diputuskan dilakukan amputasi pada jari kedua tangan kiri. Operasi dilakukan sekitar pukul 03.00 dini hari dan alhamdulillah berjalan dengan baik," kata Pudji.

Sementara itu, empat korban lainnya masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar di beberapa bagian tubuh. Kondisi mereka dilaporkan relatif stabil.

"Untuk empat pasien lainnya kondisinya stabil. Rencananya besok akan kami lakukan tindakan debridement untuk membersihkan jaringan luka bakar," ujar Direktur RSUD Jombang.

Pihak rumah sakit memastikan seluruh korban akan terus mendapatkan pendampingan medis secara intensif hingga kondisi mereka pulih sepenuhnya.

Identitas Korban dan Kronologi Kejadian
Kelima korban ledakan petasan tersebut adalah:

1. BR (15), warga Dusun Kuwayuhan, Desa Pucangro

2. KB (17), warga Dusun Ngepeh, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro

3. MZT (15), warga Dusun Kuwayuhan, Desa Pucangro

4. ARA (18), warga Dusun Kuwayuhan, Desa Pucangro

5. WFR (17), warga Dusun Sidomulyo, Desa Pucangro

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan awal, ledakan diduga terjadi saat para korban tengah merakit petasan di teras rumah.

Petugas yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya palu besi, gunting, batang besi, sendok, selongsong mercon, korek api bensol, serta beberapa potongan kain yang terbakar.

"Petugas telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami penyebab pasti ledakan tersebut," pungkas AKP Dimas Robin Alexander. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow