Layanan Khusus Ramadan, Polres Gresik Fasilitasi Santri Uji Dapat SIM A dan C Baru

28 Feb 2026 - 13:58
Layanan Khusus Ramadan, Polres Gresik Fasilitasi Santri Uji Dapat SIM A dan C Baru
Para santri yang mengajukan permohonan SIM mendapat arahan dari petugas di Satpas Lantas Polres Gresik. (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Denyut kehidupan sosial di Kabupaten Gresik tak bisa dilepaskan dari keberadaan ratusan pondok pesantren. Data Kementerian Agama mencatat lebih dari 209 pesantren berdiri di wilayah yang dikenal sebagai Kota Wali ini.

Ribuan santri menjadi bagian penting dinamika kota. Namun saat Ramadan tiba, ritme kehidupan mereka berubah drastis. Jadwal mengaji, tadarus, hingga ibadah malam membuat waktu mereka semakin padat.

Melihat realitas tersebut, Polres Gresik melalui Satuan Lalu Lintas menghadirkan inovasi pelayanan publik bertajuk SIM Santri Trendi (Taat dan Tertib dalam Mengemudi).

Program ini dirancang sebagai solusi jemput bola bagi para santri yang ingin tetap tertib administrasi berkendara tanpa mengorbankan kewajiban ibadah dan pendidikan di pesantren.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menjelaskan layanan permohonan baru SIM A dan SIM C dibuka secara khusus setiap hari Jumat selama Ramadan 1447 Hijriah.

“Kami menyesuaikan pelayanan publik dengan realitas di lapangan. Santri memiliki aktivitas yang sangat padat selama Ramadan, maka kami hadirkan akses khusus agar mereka tetap bisa memenuhi kewajiban administratifnya sebagai pengendara,” ujarnya.

Menariknya, layanan SIM Santri Trendi bersifat inklusif. Program ini tidak membatasi pemohon hanya bagi santri ber-KTP Gresik.

Ketentuannya meliputi, terbuka bagi santri dengan KTP dari wilayah mana pun di Indonesia. 

Santri cukup menunjukkan Kartu Santri atau kartu identitas pondok yang masih aktif sebagai bukti domisili di pesantren wilayah Gresik. baik untuk permohonan baru SIM A (mobil) dan SIM C (sepeda motor).

Dengan kebijakan tersebut, lanjut AKP Nur Arifin, santri perantauan tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengurus legalitas berkendara selama menempuh pendidikan di Gresik.

Meski memberikan kemudahan akses waktu dan administrasi, pihak kepolisian menegaskan tidak ada jalur instan dalam proses penerbitan SIM.

Seluruh pemohon tetap wajib melalui tahapan standar, mulai dari verifikasi administrasi, ujian teori terkait pemahaman aturan lalu lintas, hingga ujian praktik untuk mengukur keterampilan berkendara.

“Kami pastikan seluruh proses tetap sesuai prosedur. Tidak ada pengecualian dalam hal uji kompetensi. Harapannya, santri benar-benar menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” tegas AKP Nur Arifin.

Program SIM Santri Trendi menjadi jembatan antara dua ruang disiplin. Di pesantren, kedisiplinan dibentuk melalui ketekunan mengkaji kitab dan kepatuhan terhadap tata tertib. Di jalan raya, disiplin diwujudkan melalui kepatuhan pada rambu serta etika berlalu lintas.

Melalui inovasi ini, Polres Gresik berharap para santri tak hanya menjadi teladan dalam urusan spiritual, tetapi juga tampil sebagai pelopor keselamatan di jalan raya, khususnya selama Ramadan.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow