Kunjungi Ponpes Sunan Drajat Lamongan, Wamentan Sudaryono Klaim Indonesia Sudah Swasembada Pangan

"Alhamdulillah saya umumkan di forum ini bahwa tahun lalu dan akan seterusnya, alhamdulillah Indonesia sudah swasembada pangan tidak lagi impor beras seperti yang lalu-lalu," ujar Wamentan Sudaryono saat menyampaikan orasi ilmiahnya dihadapan ribuan santri.

31 May 2026 - 20:20
Kunjungi Ponpes Sunan Drajat Lamongan, Wamentan Sudaryono Klaim Indonesia Sudah Swasembada Pangan
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono saat menyampaikan orasi ilmiah di hadapan ribuan santri dan wali santri di Pondok Pesantren Yayasan Sunan Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia, Sudaryono, menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian nasional. Dalam kunjungan kerjanya di Pondok Pesantren (Ponpes) Yayasan Sunan Drajat, Paciran, Lamongan, ia mengeklaim bahwa Indonesia saat ini telah berhasil mencapai swasembada pangan dan tidak lagi melakukan impor beras. Minggu, (31/5/2026).

Di hadapan para kiai, santri, serta wali santri yang hadir, Sudaryono mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian positif di sektor agraria tersebut. Kebijakan strategis yang diambil kementeriannya dinilai langsung berdampak pada pemenuhan hajat hidup jutaan petani di seluruh pelosok negeri.

"Alhamdulillah saya umumkan di forum ini bahwa tahun lalu dan akan seterusnya, alhamdulillah Indonesia sudah swasembada pangan tidak lagi impor beras seperti yang lalu-lalu," ujar Wamentan Sudaryono saat menyampaikan orasi ilmiahnya dihadapan ribuan santri.

Sudaryono menjelaskan bahwa stabilitas pangan nasional saat ini didukung oleh penyerapan hasil panen atau gabah yang optimal melalui Perum Bulog dengan harga beli yang bersahabat di tingkat petani. Tak hanya itu, ia juga menyebut cadangan beras pemerintah saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan pangan Indonesia.

Untuk menunjang produktivitas, pemerintah juga memastikan ketersediaan pasokan pupuk yang aman di pasaran, lengkap dengan kebijakan pemotongan harga langsung dari Presiden.

"Harga gabah dibeli oleh Bulog di sawah dengan harga yang baik dan cadangan beras pemerintah tertinggi sepanjang sejarah, serta harga pupuk, pupuknya dicukupi dan kemudian harganya didiskon oleh Pak Presiden 20 persen lebih murah," tuturnya.

Pria asli Grobogan, Jawa Tengah, ini sempat membagikan kisah personalnya sebagai anak seorang petani. Sambil berseloroh, Sudaryono mengaku masa mudanya dihabiskan untuk belajar dengan giat agar bisa memutus rantai profesi keluarga karena enggan turun ke sawah untuk mencangkul. Namun, takdir justru menempatkannya sebagai orang nomor dua di Kementerian Pertanian RI.

Ia menceritakan aspirasi langsung dari sang ayah saat ia pulang ke kampung halaman, yang meminta agar harga gabah bisa terus dinaikkan dan harga pupuk semakin dimurahkan.

"Terus saya ngomong sama Bapak saya; Tenang, insyaallah demi kepentingan petani, Pak Prabowo akan melakukan segala hal untuk kesejahteraan petani dan seluruh rakyat Indonesia," kenang Sudaryono menirukan percakapannya dengan sang ayah.

Dalam agenda kunjungan tersebut, Wamentan hadir mendampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas. Kehadiran jajaran pejabat negara ini disambut hangat oleh keluarga besar Ponpes Sunan Drajat. Sudaryono mengaku merasa sangat terhormat karena telah dianggap sebagai bagian dari keluarga besar pondok pesantren bersejarah di pesisir utara Lamongan tersebut.

"Ini tentu saja tanggung jawab yang berat juga bagi saya tapi insyaallah istikamah kita laksanakan, insyaallah Kiai siap mengabdi untuk Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan," pungkasnya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow