KNPI dan Polres Jombang Siap Bersinergi Tekan Angka Kenakalan Remaja
Jombang, (afederasi.com)– Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Jombang (DPD KNPI Jombang) menggelar audiensi dengan Kepolisian Resor (Polres) Jombang pada Selasa (21/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Mapolres Jombang ini dihadiri langsung oleh Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan beserta jajaran, serta pengurus DPD KNPI Jombang.
Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas penguatan sinergi dalam upaya menekan angka kenakalan remaja yang dinilai semakin kompleks dan mengkhawatirkan di wilayah Kabupaten Jombang.
Ketua DPD KNPI Jombang, Rohmadi, menegaskan bahwa pemuda merupakan aset strategis bangsa yang memiliki peran penting sebagai agen perubahan sekaligus penjaga nilai-nilai kebangsaan.
Namun, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak lagi sebatas tawuran atau balap liar.
Menurutnya, berbagai persoalan baru seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, perundungan (bullying), kekerasan, penyalahgunaan media sosial, hingga menurunnya kepedulian sosial menjadi ancaman serius yang perlu ditangani bersama.
"Membangun keamanan tidak cukup hanya dengan penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi pembinaan karakter, penguatan kepemimpinan, dan pemberdayaan pemuda. Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Pemuda yang diberi ruang untuk belajar, berkarya, dan mengabdi akan menjadi pelopor keamanan, bukan pelaku kenakalan," ujar Rohmadi dalam sambutannya.
Dalam audiensi tersebut, KNPI Jombang memaparkan sejumlah faktor yang dinilai menjadi penyebab meningkatnya kenakalan remaja, di antaranya:
1. Lemahnya pengawasan keluarga
2. Pengaruh lingkungan pergaulan negatif
3. Dampak buruk media sosial
4. Rendahnya literasi hukum
5. Minimnya ruang aktivitas positif bagi generasi muda
Sebagai organisasi kepemudaan yang menaungi berbagai organisasi pemuda di Jombang, KNPI berkomitmen mengambil peran sebagai edukator, penggerak, sekaligus mitra strategis pemerintah dan aparat penegak hukum.
Untuk memperkuat langkah pencegahan, KNPI Jombang mengusulkan sejumlah program kolaboratif bersama Polres Jombang. Beberapa program unggulan yang ditawarkan antara lain:
1. KNPI Go to School yang akan disinergikan dengan Police Goes to School untuk memberikan edukasi hukum, pencegahan narkoba, serta kampanye anti-perundungan di sekolah-sekolah.
2. KNPI Go to Pesantren sebagai bentuk pendekatan edukasi di lingkungan pondok pesantren.
3. KNPI Sports Month untuk mengembangkan minat dan bakat olahraga generasi muda.
4. Pelatihan kepemimpinan pemuda guna membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan.
5.Program sosial KNPI Peduli Sesama yang menyasar masyarakat hingga tingkat desa.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyambut baik berbagai gagasan yang disampaikan KNPI Jombang. Menurutnya, upaya pencegahan kenakalan remaja memang tidak bisa dilakukan oleh kepolisian semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan.
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif KNPI Jombang yang memiliki kepedulian besar terhadap masa depan generasi muda. Polres Jombang siap bersinergi dan berkolaborasi dalam berbagai program pembinaan pemuda, baik di sekolah, pesantren, maupun di lingkungan masyarakat," tegas AKBP Ardi Kurniawan.
Kapolres menilai, pendekatan preventif melalui edukasi dan pembinaan jauh lebih efektif untuk membangun karakter generasi muda dibandingkan hanya mengedepankan penindakan hukum.
"Prinsip kami jelas, mencegah lebih baik daripada menindak. Karena itu kami siap mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan membangun karakter, meningkatkan kesadaran hukum, serta menciptakan generasi muda yang produktif, kreatif, dan berintegritas," ujarnya.
Melalui sinergi tersebut, KNPI dan Polres Jombang berharap angka kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai bentuk pelanggaran hukum yang melibatkan anak muda dapat ditekan secara signifikan.
"Semoga dengan kolaborasi ini mampu membuka lebih banyak ruang kreativitas dan produktivitas bagi generasi muda sehingga mereka dapat menjadi motor penggerak pembangunan di Kabupaten Jombang," harap Rohmadi.
Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan generasi muda Jombang yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat bahwa "mencegah lebih baik daripada menindak, dan membina lebih mulia daripada menghukum." (san)
What's Your Reaction?

