Kenduri Durian Wonosalam 2026 Batal Digelar, Ini Penyebab Utamanya

20 Feb 2026 - 02:49
Kenduri Durian Wonosalam 2026 Batal Digelar, Ini Penyebab Utamanya
Suasana kegiatan kenduren Wonosalam Kabupaten Jombang Jawa Timur pada tahun 2025. (Foto: Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Pencinta durian harus rela menunda hasrat mencicipi buah berduri khas lereng Gunung Anjasmoro. Pasalnya, event tahunan Kenduri Durian atau Kenduren Wonosalam dipastikan tidak akan digelar pada tahun 2026.

Keputusan mengejutkan ini diambil setelah melalui rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Jombang, pihak kecamatan, dan pemerintah desa se-Wonosalam.

Penyebab utamanya adalah gagal panen durian akibat curah hujan tinggi yang melanda kawasan sentra durian tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jombang, Hartono, membenarkan kabar ini. Ia menegaskan bahwa tidak ada opsi untuk memaksakan acara karena esensi Kenduren adalah perayaan panen raya durian lokal.

"Kenduren 2026 tidak dilaksanakan. Sudah dilakukan rapat bersama camat dan lurah di Wonosalam. Keputusan ini bulat karena petani durian Wonosalam tidak berkenan jika acara diisi durian dari luar. Agendanya memang khusus durian Wonosalam," tegas Hartono, Kamis (19/02/2026).

Kondisi alam menjadi biang kerok utama pembatalan event yang selalu dinanti wisatawan ini. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir membuat tingkat keberhasilan panen durian merosot tajam.

Hartono menjelaskan, dari kondisi normal, produktivitas durian saat ini hanya berada di angka 20 persen. Angka ini bahkan turun signifikan dari prediksi awal yang sudah berada di kisaran 50 persen.

"Panennya di bawah lima puluh persen. Sekarang turun lagi, tinggal sekitar dua puluh persen. Untuk jualan sehari-hari saja petani tidak nutup, apalagi untuk memenuhi kebutuhan acara sebesar Kenduren," ujarnya.

Dengan kondisi ini, ketersediaan durian lokal Wonosalam sama sekali tidak mencukupi jika harus digunakan untuk acara yang biasanya menyedot ribuan pengunjung tersebut.

Lantas, apakah event akbar ini bisa diundur ke bulan lain? Hartono menjawabnya dengan tegas. Kenduri Durian memiliki pakem yang sudah turun-temurun, yaitu selalu digelar saat puncak panen raya yang jatuh pada Januari hingga Februari.

"Namanya Kenduri Durian itu panen raya. Panen raya biasanya Februari, kadang mundur Maret kalau terlambat. Tidak bisa diundur ke akhir tahun karena sudah tidak musimnya," jelas Hartono.

Menariknya, meski acara batal, Disporapar Jombang sejatinya telah menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan Kenduren, termasuk untuk pembelian durian dari petani. Namun, dengan kondisi panen yang buruk, dipastikan anggaran tersebut tidak dapat direalisasikan.

"Anggaran sudah ada dan siap. Tapi karena tidak ada Kenduren ya tidak terserap," kata Hartono.

Sempat muncul wacana untuk menggelar rangkaian acara pengganti atau mengangkat komoditas lain seperti alpukat dan salak. Namun, hingga saat ini hal tersebut belum dibahas lebih lanjut dengan Asosiasi Pariwisata Jombang (Asparjo).

Hartono mengakui bahwa mengangkat komoditas lain juga tidak akan maksimal karena dampak cuaca buruk tidak hanya menyerang durian, tetapi juga tanaman buah lainnya di kawasan Wonosalam.

"Alpukat tidak maksimal, salak juga. Ini murni faktor alam yang tidak bisa dihindari," ungkapnya.

Pasca-Lebaran nanti, Disporapar berencana melakukan koordinasi ulang untuk mencari konsep promosi wisata alternatif di Wonosalam. Namun, tantangan lain mengintai, yaitu minimnya anggaran pariwisata yang tersedia saat ini.

"Anggaran sekarang memang sangat minim. Nanti akan kami koordinasikan lagi konsep yang pas, tentunya dengan menyesuaikan kondisi alam dan kesiapan pelaku wisata setempat," pungkas Hartono.

Pembatalan ini tentu menjadi pukulan bagi para pelaku UMKM dan petani durian yang biasa kebanjiran rezeki saat Kenduren berlangsung. Namun, keputusan ini diambil demi menjaga marwah dan esensi Kenduri Durian sebagai perayaan hasil bumi lokal yang autentik. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow