Kembalikan Senyum Warga, Bupati Situbondo Ingin Layanan Katarak Gratis JFF Diperluas

Bupati Situbondo Mas Rio mendorong operasi katarak gratis bersama John Fawcett Foundation digelar tiga kali setahun demi menjangkau lebih banyak warga penderita gangguan penglihatan.

21 Jul 2026 - 13:41
Kembalikan Senyum Warga, Bupati Situbondo Ingin Layanan Katarak Gratis JFF Diperluas
Para pasien operasi katarak (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) — Pemerintah Kabupaten Situbondo kembali menghadirkan secercah harapan bagi ratusan warga penderita gangguan penglihatan. Melalui bakti sosial operasi katarak gratis hasil kerja sama dengan John Fawcett Foundation (JFF), ratusan warga kini berkesempatan mendapatkan kembali kualitas penglihatan mereka secara optimal.

​Program sosial yang dipusatkan di Situbondo ini resmi bergulir pada Selasa (21/7/2026) dan dijadwalkan berlangsung selama empat hari ke depan. Kegiatan ini menjadi instrumen esensial pemerintah daerah dalam mengentaskan masalah kesehatan mata sekaligus mendongkrak kualitas hidup masyarakat prasejahtera.

​Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menegaskan bahwa layanan kesehatan mata gratis tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Ia meminta program intervensi kesehatan ini dirancang secara berkesinambungan dan terstruktur berbasis data akurat hingga tingkat desa.

​"Yang penting bukan tinggi atau rendahnya jumlah penderita, tetapi bagaimana pemerintah terus memperbarui data sampai ke desa-desa," ujar Bupati yang akrab disapa Mas Rio tersebut.

​Mas Rio mengungkapkan bahwa program kesehatan yang populer dengan sebutan Soca Tera ini telah terbukti memberikan dampak positif masif bagi warga Situbondo. Karena itu, ia berharap program ini terus dilestarikan dan dikembangkan oleh kepemimpinan daerah selanjutnya demi menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

​Lebih lanjut, Mas Rio secara khusus mengusulkan agar frekuensi bakti sosial operasi katarak ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali dalam kurun waktu satu tahun. Menurutnya, percepatan layanan ini mutlak diperlukan agar penanganan medis dapat menjangkau seluruh pelosok wilayah secara merata.

​"Kami berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan lebih dari satu kali dalam setahun agar cakupan pelayanannya semakin luas," tegasnya.

​Menanggapi instruksi tersebut, Manajer John Fawcett Foundation (JFF), I Nyoman Wardhana, menyatakan kesiapan penuh organisasinya untuk mengoptimalkan sumber daya medis. Pihaknya mengerahkan kekuatan penuh yang melibatkan 24 tenaga paramedis, enam dokter spesialis mata dari rumah sakit lokal, serta berkoordinasi langsung dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Jawa Timur.

​"Selama empat hari pelaksanaan, JFF menargetkan mampu melakukan operasi terhadap lebih dari 240 pasien," jelas Nyoman. Target tersebut mencatatkan tren peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan capaian tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata melayani sekitar 200 pasien.

​Selain tindakan operasi bedah katarak, rangkaian kegiatan kemanusiaan ini juga mencakup pemeriksaan kesehatan masif bagi sekitar 2.000 warga atau rata-rata 500 orang per hari. Sebagai penutup rangkaian acara, tim JFF diagendakan melaksanakan program school screening guna mendeteksi secara dini gangguan penglihatan pada anak-anak usia sekolah di dua sekolah dasar di Situbondo.

​Nyoman menambahkan, aspek edukasi publik menjadi pilar krusial dalam setiap tahapan intervensi medis ini. Setiap pasien secara konsisten dibekali pemahaman komprehensif mengenai prosedur pembedahan, tata cara perawatan pascaoperasi, hingga pola pencegahan kesehatan mata jangka panjang.

​"JFF siap mendukung pelaksanaan operasi katarak gratis di Situbondo sebanyak dua hingga tiga kali setahun, tentu dengan tetap menyesuaikan dukungan anggaran dari Pemkab," pungkasnya.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow