Kejar Target Sebelum Lebaran, Pemkab Tulungagung Gelontorkan Miliaran Rupiah untuk Perbaikan Jalan Rusak
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menetapkan sejumlah ruas jalan sebagai skala prioritas pembangunan yang ditargetkan rampung sebelum memasuki masa mudik Hari Raya Idulfitri 2026.
Tulungagung, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah daerah telah menetapkan sejumlah ruas jalan sebagai skala prioritas pembangunan yang ditargetkan rampung sebelum memasuki masa mudik Hari Raya Idulfitri 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Ahmad Rifai Sodik, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun daftar prioritas perbaikan dengan menggunakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.
Langkah ini diambil sebagai komitmen pemerintah dalam memberikan kenyamanan mobilitas bagi masyarakat, khususnya di titik-titik yang selama ini kerap dikeluhkan.
"Pada awal tahun ini, kami telah memasukkan beberapa ruas jalan sebagai prioritas utama pembangunan. Fokus kami adalah memastikan akses transportasi warga kembali lancar sebelum hari raya," ujar Sodik saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).
Di Kecamatan Ngunut, terdapat dua jalur utama yang akan segera disentuh perbaikan, yakni ruas jalan Ngunut–Doroampel dan Ngunut–Podorejo dengan total anggaran mencapai Rp3,5 miliar.
Sodik merinci bahwa perbaikan untuk ruas Ngunut–Podorejo dialokasikan sebesar Rp1,9 miliar, sementara ruas Ngunut–Doroampel mendapatkan kucuran sebesar Rp1,6 miliar. Namun, mengingat keterbatasan anggaran daerah dan panjangnya bentang jalan, perbaikan di kawasan ini akan dilakukan dengan sistem spot-by-spot atau pengerjaan pada titik-titik kerusakan tertentu.
"Untuk di Kecamatan Ngunut, perbaikan kami lakukan per spot. Hal ini dikarenakan keterbatasan dana APBD kita, sedangkan total panjang ruas jalan di sana cukup signifikan," terangnya.
Selain wilayah Ngunut, Pemkab Tulungagung juga menyiapkan proyek pemeliharaan penuh untuk jalur penghubung Desa Pulosari di Kecamatan Ngunut hingga Desa Bukur di Kecamatan Sumbergempol.
Proyek ini mencakup perbaikan sepanjang 4 kilometer, termasuk ruas jalan Desa Sambirobyong yang sempat viral akibat aksi protes warga. Total anggaran untuk paket pekerjaan Pulosari–Bukur ini diperkirakan mencapai Rp6 miliar.
Sodik mengakui bahwa ruas jalan di Desa Sambirobyong memang sudah cukup lama tidak tersentuh perbaikan. Sebelumnya, pihak Pemkab telah berupaya mengajukan anggaran melalui bantuan pemerintah pusat.
"Kami sebenarnya sudah mencoba mengusulkan perbaikan melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun lalu, namun sayangnya tidak disetujui pusat. Oleh karena itu, tahun ini kami putuskan untuk menggunakan kekuatan APBD sepenuhnya agar perbaikan tetap berjalan," tegas Sodik.
Berbeda dengan sistem spot di Ngunut, ruas Pulosari–Bukur akan mendapatkan penanganan berupa pemeliharaan jalan secara menyeluruh menggunakan aspal hotmix.
Pada beberapa titik yang mengalami kerusakan struktural, dinas terkait akan melakukan rekonstruksi pondasi terlebih dahulu guna memastikan ketahanan jalan dalam jangka panjang. Langkah serupa juga akan diterapkan pada perbaikan ruas jalan di Desa Sanggrahan sepanjang 1,1 kilometer.
Menanggapi aksi protes warga di Kecamatan Ngunut dan Desa Sambirobyong yang sempat menanam pohon pisang di tengah jalan dalam sepekan terakhir, Dinas PUPR berjanji akan memaksimalkan waktu pengerjaan.
Meskipun ruas jalan Pulosari–Bukur diprediksi memakan waktu lebih lama karena tingkat kerusakan yang masif, Sodik menegaskan timnya akan bekerja lembur demi mengejar target sebelum lebaran.
"Kami akan lembur untuk mengejar target penyelesaian sebelum lebaran. Untuk ruas Pulosari–Bukur yang cukup panjang, setidaknya titik-titik dengan kerusakan paling parah akan kami prioritaskan selesai terlebih dahulu agar bisa dilalui dengan aman oleh pemudik," pungkasnya.(dn)
What's Your Reaction?



