Lima Menit yang Mencekam, Puting Beliung Terjang Desa Ketanon, Belasan Atap Rumah Warga Rontok

Angin puting beliung yang datang secara mendadak menyertai guyuran hujan deras, meluluhlantakkan bagian atap belasan rumah warga di wilayah RT 04 RW 05 hanya dalam hitungan menit.

18 Feb 2026 - 13:50
Lima Menit yang Mencekam, Puting Beliung Terjang Desa Ketanon, Belasan Atap Rumah Warga Rontok
Petugas BPBD Tulungagung ketika melakukan assesment kepada warga yang terdampak angin puting beliung (rizky/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Suasana tenang di Dusun Kedungsingkal, Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, seketika berubah menjadi kepanikan luar biasa pada Rabu siang (18/2/2026). Angin puting beliung yang datang secara mendadak menyertai guyuran hujan deras, meluluhlantakkan bagian atap belasan rumah warga di wilayah RT 04 RW 05 hanya dalam hitungan menit.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB tersebut menyisakan trauma bagi warga setempat. Siti Sholekah, salah satu saksi mata sekaligus korban terdampak, menceritakan detik-detik mencekam saat pusaran angin muncul dari arah barat. Menurutnya, angin tersebut bergerak sangat cepat dan terlihat berputar-putar tepat di depan kediamannya sebelum akhirnya menghantam struktur bangunan.

“Awalnya mendung gelap dan hujan turun sangat deras, lalu tiba-tiba muncul angin kencang dari sebelah barat. Angin itu berputar-putar di depan rumah dan langsung mengangkat bagian teras. Dalam sekejap, genteng dan asbes rumah kami rontok beterbangan,” ujar Siti dengan nada yang masih menyiratkan kepanikan, Rabu (18/2/2026).

Meski fenomena alam ini berlangsung sangat singkat diperkirakan hanya sekitar lima menit kekuatan daya rusaknya tergolong signifikan. Sedikitnya 10 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan serius, mayoritas pada bagian atap yang ambrol akibat tidak kuat menahan terjangan pusaran angin. Siti menambahkan bahwa meskipun durasinya sebentar, suara gemuruh angin tersebut terdengar sangat menakutkan bagi warga yang tengah berteduh di dalam rumah.

“Hujan angin itu hanya sebentar sekali, mungkin lima menit, tapi tekanannya sangat kencang. Dampaknya sangat terasa karena rata-rata rumah di sini mengalami kerusakan di bagian atas,” tambahnya.

Beruntung, di tengah kerusakan material yang cukup masif, tidak ada laporan mengenai korban luka maupun korban jiwa. Warga berhasil menyelamatkan diri sebelum material bangunan jatuh menimpa bagian dalam rumah. Sesaat setelah badai mereda, suasana gotong-royong langsung terlihat di lokasi kejadian. Warga bahu-membahu membersihkan puing-puing genteng dan asbes yang berserakan di jalanan serta halaman rumah mereka.

Ketangkasan warga dalam melakukan penanganan awal ini juga dibarengi dengan koordinasi bersama pihak terkait. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung dilaporkan telah meluncur ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan kerugian.

"Tadi petugas sudah sampai di lokasi. Saat ini mereka masih melakukan penyisiran dan mendata total kerugian material yang kami alami akibat bencana ini," pungkas Siti.

Pemerintah desa setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi, mengingat intensitas hujan yang cenderung meningkat dalam beberapa hari terakhir.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow