Kasus Penembakan Massa di Seruyan: Warga Tuntut Klarifikasi, Video Detik-detik Kejadian Mengejutkan
Warga Seruyan di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, tengah menuntut klarifikasi dari pihak berwenang terkait kasus penembakan yang terjadi di wilayah PT Hamparan Masawit Bangun Persada (PT HMBP) Bangkal. Penembakan tersebut diduga dilakukan oleh anggota kepolisian terhadap massa aksi.
Seruyan, (afederasi.com) - Warga Seruyan di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, tengah menuntut klarifikasi dari pihak berwenang terkait kasus penembakan yang terjadi di wilayah PT Hamparan Masawit Bangun Persada (PT HMBP) Bangkal. Penembakan tersebut diduga dilakukan oleh anggota kepolisian terhadap massa aksi.
Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Erlan Munaji, menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengadakan investigasi atas kejadian tersebut. Tim dari Profesi dan Pengamanan (Propam) serta Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri telah diterjunkan untuk menyelidiki insiden tersebut.
Erlan menjelaskan, "Berkaitan dengan penembakan nanti kami sedang melakukan investigasi. Tim dari Propam, Tim Itwasum sedang melakukan investigasi. Nanti tunggu hasilnya, nanti kami sampaikan." seperti yang dilansir dari suara.com media partner afederasi.com.
Warga Seruyan menuntut kejelasan mengenai kasus ini dan menekankan bahwa mereka ingin keadilan dijalankan.
Erlan juga menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap anggota kepolisian yang terbukti melakukan pelanggaran. "Apabila nanti ada kesalahan baik itu personel ataupun ada oknum, kita lakukan penindakan terhadap personel tersebut," ujar Erlan seperti yang dilansir dari suara.com media partner afederasi.com.
Video Detik-detik Penembakan Masyarakat di Bangkal
Sebelumnya, video mencekam yang memperlihatkan detik-detik sebelum aparat kepolisian menembaki massa aksi di wilayah PT HMBP Bangkal telah beredar luas. Dalam video tersebut, tiga warga dilaporkan tertembak dan satu di antaranya meninggal di tempat kejadian.
Video ini diunggah oleh akun Instagram @pulihkanindonesia. Dalam keterangannya, video tersebut diambil sebelum terjadinya penembakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.
Dalam rekaman tersebut terdengar suara peringatan dari seorang pria yang diduga sebagai komandan aparat kepolisian di lapangan yang tengah melakukan pengamanan. Komandan tersebut menginstruksikan anggotanya untuk menyiapkan tembakan gas air mata.
Namun, yang lebih mengejutkan adalah teriakan komandan tersebut yang menyuruh anggotanya untuk "bidik kepala" warga yang menggelar aksi. Instruksi ini memicu kecaman dari berbagai pihak.
Klaim Tidak Ada Peluru Tajam
Erlan Munaji sempat mengklaim bahwa aparat kepolisian yang berada di lapangan tidak dibekali peluru tajam. Menurutnya, baik anggota Sabhara maupun Brimob yang melakukan pengamanan hanya dibekali gas air mata.
Namun, terkait kabar tiga warga yang luka tembak dan satu di antara mereka meninggal, Erlan mengatakan bahwa hal ini masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. "Masih kita cross check," tambahnya. (mg-1/mhd)
What's Your Reaction?



