Percepat Penanganan Banjir, Pemkab Lamongan Tambah 6 Unit Pompa di Sluis Kuro

18 Feb 2026 - 15:46
Percepat Penanganan Banjir, Pemkab Lamongan Tambah 6 Unit Pompa di Sluis Kuro
Pak Yes saat Meninjau Pompa di Sluis Kuro Kecamatan Karangbinangun Lamongan (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak cepat dalam menangani musibah banjir yang melanda sejumlah kawasan Bengawan Jero. Langkah konkret diambil dengan mengerahkan tambahan enam unit pompa air yang dipusatkan di Sluis Kuro, Kecamatan Karangbinangun, Rabu (28/2/2026).

Langkah ini diambil setelah Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, melakukan koordinasi intensif dengan lintas sektoral, mulai dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dinas PU SDA Provinsi Jatim, hingga BPBD Jatim.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini menjelaskan bahwa tambahan enam unit pompa tersebut terdiri dari 2 unit kiriman BBWS Bengawan Solo, 3 unit dari PU SDA Provinsi Jatim, dan 1 unit dari BPBD Provinsi Jatim.

"Dengan tambahan enam unit pompa ini, kapasitas pembuangan air kini mencapai 2.500 liter per detik. Kami terus berupaya maksimal karena perbedaan elevasi air antara sisi luar dan dalam Kuro masih cukup tinggi, yakni sekitar satu meter," ujar Pak Yes saat meninjau lokasi.

 

Selain optimalisasi pompa, Pemkab Lamongan juga menerapkan strategi manajemen air dengan mulai membuka pintu Waduk Gondang di wilayah Sugio. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban volume air dan mengalirkannya ke waduk-waduk kecil di sekitarnya agar tidak meluap ke pemukiman.

"Kita keluarkan beban di Waduk Gondang ini supaya tidak terus mengimbas, kita arahkan ke waduk-waduk kecil di sekitar. Harapannya, cuaca juga mendukung sehingga penurunan debit air bisa lebih signifikan," imbuhnya.

Memasuki momentum menjelang bulan suci Ramadan, Pak Yes juga menaruh perhatian pada kebutuhan logistik warga terdampak. Ia turun langsung menyalurkan bantuan paket sembako ke beberapa desa yang masih tergenang, di antaranya Desa Sidomulyo (Kecamatan Deket), serta Desa Soko dan Desa Blawi (Kecamatan Karangbinangun).

Langkah ini diambil mengingat akses transportasi warga terganggu, sehingga menyulitkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

"Bantuan kepada masyarakat terus kita atur prosesnya. Menghadapi Ramadan ini, karena ada keterbatasan akses warga untuk belanja, maka kita tambahkan bantuan sembako untuk meringankan beban mereka," pungkas Pak Yes. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow