KAI Daop 8 Lakukan Perawatan Jalur Rel di JPL 325 Lamongan, Pengendara Diminta Jaga Kecepatan
Perlintasan sebidang merupakan salah satu titik yang memiliki tingkat beban dinamis cukup tinggi karena dilalui baik oleh perjalanan kereta api maupun kendaraan pengguna jalan. Oleh sebab itu, diperlukan perawatan secara berkala untuk menjaga kualitas konstruksi jalur dan meningkatkan keselamatan di area perlintasan,” ujar Mahendro kepada media, Selasa (2/6/2026) pagi.
Lamongan, (afederasi.com) – Guna memastikan keselamatan dan keandalan operasional perjalanan kereta api, PT KAI Daop 8 Surabaya resmi memulai proyek perawatan jalur rel di perlintasan sebidang JPL 325. Jalur ini berada di KM 189+3/4 jalur hulu petak jalan antara Stasiun Lamongan - Stasiun Duduk, tepatnya di Jalan Raya Gresik - Babat, Kabupaten Lamongan. Selasa, (2/6/2026).
Pekerjaan pemeliharaan infrastruktur ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, terhitung mulai tanggal 1 hingga 5 Juni 2026. Langkah ini rutin dilakukan untuk menjaga kualitas konstruksi jalur agar tetap optimal dan menjamin perjalanan kereta api tetap selamat, aman, nyaman, serta tepat waktu.
Terkait pengerjaan ini, pihak KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pengguna jalan karena adanya potensi kepadatan arus lalu lintas atau gangguan kenyamanan selama proses perawatan berlangsung.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa perlintasan sebidang memiliki beban dinamis yang sangat tinggi karena menjadi titik temu antara perjalanan kereta api dan kendaraan bermotor. Oleh sebab itu, perawatan berkala menjadi hal yang mutlak dilakukan.
“Perlintasan sebidang merupakan salah satu titik yang memiliki tingkat beban dinamis cukup tinggi karena dilalui baik oleh perjalanan kereta api maupun kendaraan pengguna jalan. Oleh sebab itu, diperlukan perawatan secara berkala untuk menjaga kualitas konstruksi jalur dan meningkatkan keselamatan di area perlintasan,” ujar Mahendro kepada media, Selasa (2/6/2026) pagi.
Secara teknis, proses pengerjaan meliputi pembongkaran blok rel eksisting, pengurasan atau penggantian material balas (batu krikil penopang rel) yang sudah aus, penggantian bantalan rel, pemadatan jalur dengan mesin khusus, pemasangan kembali blok rel, hingga proses pengelasan rel demi kestabilan maksimal.
Pada hari pertama, petugas fokus pada persiapan area kerja dan pelepasan blok rel pada malam hari. Sebagai solusi sementara agar kendaraan tetap bisa melintas dengan aman, petugas memasang sak balas untuk menutup area bekas pembongkaran.
KAI Daop 8 Surabaya menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Karena ada perubahan kondisi permukaan jalan sementara akibat pembongkaran tersebut, para pengendara diimbau untuk menurunkan laju kendaraannya saat melintasi lokasi.
“Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas di perlintasan JPL 325 Lamongan selama masa pekerjaan berlangsung. Kurangi kecepatan kendaraan, patuhi rambu-rambu yang telah dipasang, serta ikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tambah Mahendro. (yan)
What's Your Reaction?



