Jelang Ramadan, Perajin Songkok di Lamongan Kebanjiran Pesanan hingga Tiga Kali Lipat

16 Feb 2026 - 08:49
Jelang Ramadan, Perajin Songkok di Lamongan Kebanjiran Pesanan hingga Tiga Kali Lipat
Perajin Songkok di Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah, Kebut Pengerjaan Pesanan Songkok. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, geliat ekonomi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mulai menunjukkan tren positif. Senin, (16/2/2026). Salah satu sektor yang paling terdampak signifikan adalah sentra industri songkok di Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah.

Permintaan penutup kepala khas Nusantara ini dilaporkan melonjak tajam hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasanya. Jika pada bulan-bulan standar rumah produksi rata-rata hanya mengirim sekitar 3.000 kodi, kini memasuki pertengahan Februari, pesanan telah menembus angka 9.000 kodi.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana sibuk di salah satu rumah produksi milik warga setempat. Suara deru mesin jahit bersahutan sejak pagi buta hingga dini hari. Para pekerja tampak dipacu untuk menyelesaikan target pesanan yang kian menumpuk agar bisa dikirim tepat waktu sebelum memasuki awal puasa.

Kondisi ini memaksa para pengusaha songkok untuk menambah tenaga kerja lepas dari warga sekitar serta memberlakukan sistem lembur.

Ahmad Rohman, salah satu pengrajin songkok di Desa Pengangsalan, mengungkapkan bahwa kenaikan ini merupakan siklus tahunan, namun tahun ini dirasakan lebih progresif.

"Alhamdulillah, pesanan tahun ini meningkat drastis. Kalau biasanya kami kirim tiga ribu kodi per bulan, sekarang jelang Ramadan permintaan masuk sampai sembilan ribu kodi. Kami sampai harus tambah jam kerja dan tenaga lepas supaya target kirim ke distributor tidak meleset," ujar Ahmad Rohman saat ditemui di rumah produksinya, Senin (16/02/2026) siang.

Meski permintaan membludak, Ahmad menjamin kualitas produknya tetap terjaga. Ia tetap menggunakan bahan beludru premium agar tetap nyaman saat digunakan untuk ibadah dalam waktu lama.

Selain melayani pasar lokal di Jawa Timur seperti Surabaya, produk songkok asal Lamongan ini juga telah merambah pasar nasional, mulai dari Bandung, Jakarta, hingga merambah ke luar Pulau Jawa seperti Sumatera dan Kalimantan.

Senada dengan Ahmad, Siti Aminah, salah satu tenaga pengemas (packing) musiman, mengaku bersyukur dengan adanya lonjakan pesanan ini karena berdampak langsung pada penghasilan warga desa.

"Setiap mau puasa pasti ramai. Kami warga sekitar sini sering diajak bantu-bantu untuk bagian finishing dan pengemasan. Lumayan untuk tambahan belanja dapur menjelang lebaran nanti," kata Siti.

 

Untuk diketahui, Desa Pengangsalan merupakan sentra penghasil songkok terbesar di Kabupaten Lamongan. Lebih dari 80 persen penduduknya menggantungkan hidup dari kerajinan tangan ini.

Harga yang ditawarkan pun cukup kompetitif. Untuk satu buah songkok berkualitas, dibanderol mulai dari Rp40.000 hingga Rp100.000, tergantung pada jenis bahan beludru serta kerumitan motif yang diinginkan konsumen. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow