Haji 2026: 171 Lansia Situbondo Dapat Pengawalan Khusus ke Tanah Suci

Sebanyak 171 jamaah lansia asal Situbondo mendapat prioritas pelayanan khusus pada musim haji 2026. Pemerintah pastikan pendampingan intensif hingga ke Tanah Suci.

07 May 2026 - 12:39
Haji 2026: 171 Lansia Situbondo Dapat Pengawalan Khusus ke Tanah Suci
Bupati Situbondo. Mas Rio saat memberi sambutan (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) - Pemerintah Kabupaten Situbondo memberikan perhatian ekstra bagi jamaah lanjut usia (lansia) dalam pemberangkatan haji tahun 2026. Dari total 993 calon haji yang terdaftar, sebanyak 171 orang di antaranya masuk dalam kategori lansia yang memerlukan pengawalan khusus.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Situbondo, Rif’an Junaidi, menyatakan bahwa para jamaah lansia tersebut akan didampingi secara intensif. Selain pendampingan dari pihak keluarga, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di setiap kelompok terbang (kloter) telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan prioritas.

"Petugas kloter tetap memberikan pelayanan khusus agar mereka merasa aman dan nyaman," ujar Rif’an saat ditemui usai acara pelepasan jamaah di Pendopo Kabupaten Situbondo, Kamis (7/5/2026).

Rif’an menjelaskan bahwa perhatian utama diberikan mulai dari titik pemberangkatan hingga perjalanan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Standar pelayanan ini juga akan tetap diberlakukan secara ketat saat para jamaah menjalani seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci nanti.

Meskipun persiapan teknis telah menyentuh angka 99 persen, Rif’an mengungkapkan terdapat lima calon haji yang terpaksa batal berangkat tahun ini. Kendala tersebut meliputi satu jamaah yang meninggal dunia, tiga orang mengalami sakit, dan satu lainnya menunda keberangkatan karena harus menjaga pasangan.

"Semua administrasi hampir rampung. Keberangkatan dijadwalkan pada 14 Mei mendatang," tambahnya singkat.

Dalam daftar manifes jamaah tahun ini, tercatat Afif Farhan Fatwa yang berusia 13 tahun asal Kecamatan Panji sebagai jamaah termuda. Sementara itu, predikat jamaah tertua disandang oleh Artini Suardi yang telah menginjak usia 85 tahun asal Kecamatan Besuki.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kebugaran fisik bagi seluruh jamaah. Ia mengingatkan bahwa kondisi kesehatan yang prima merupakan modal utama agar rukun haji dapat ditunaikan dengan sempurna.

"Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan dan perlindungan hingga kembali ke tanah air," ungkap Bupati yang akrab disapa Mas Rio tersebut.

Rencananya, ratusan jamaah asal Situbondo ini akan diberangkatkan menuju Surabaya menggunakan 26 armada bus yang disediakan pemerintah daerah. Mereka terbagi ke dalam empat kloter, yakni kloter 87, 88, 89, dan 90, dengan jadwal pelepasan resmi pada pertengahan Mei mendatang.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow