Satpol PP Jatim Latih 100 Relawan di Jombang, Cegah Kebakaran Hutan dan Pemukiman

07 May 2026 - 13:33
Satpol PP Jatim Latih 100 Relawan di Jombang, Cegah Kebakaran Hutan dan Pemukiman
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Timur menggelar pembinaan dan pelatihan relawan pemadam kebakaran di kawasan Wisata Sedang, Desa Rejosari, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Kamis (07/05/2026). (Foto:Santoso/afederasi.com)

Jombang (afederasi.com) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Timur menggelar pembinaan dan pelatihan relawan pemadam kebakaran di kawasan Wisata Sedang, Desa Rejosari, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Kamis (07/05/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sejak dini tentang bahaya kebakaran serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Panitia Kegiatan, Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Jatim, Hadid Manggala Shofwan, ST., SH., MM, dalam laporannya menyatakan bahwa kebakaran dapat terjadi di mana saja, baik di kawasan pemukiman padat penduduk maupun area hutan lindung seperti Wonosalam.

"Kegiatan ini sangat sesuai dengan Permendagri. Pembinaan ini bertujuan mencegah dan menanggulangi kebakaran sejak dini. Harapannya, pemberdayaan masyarakat bisa menangani kedaruratan jika terjadi kebakaran," ujar Hadid.

Sebanyak 100 orang peserta yang berasal dari lima unsur relawan kebencanaan di wilayah Jombang mengikuti pelatihan ini.

Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Dr. Drs. Andik Fajar Tjahjono, M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

"Pemerintah pusat menghimbau pembentukan relawan pemadam kebakaran karena SDM dan anggaran pemadaman belum optimal. Kita harus bersinergi dengan masyarakat dalam pencegahan kebakaran," terang Andik.

Ia menambahkan, dengan pelatihan ini masyarakat diharapkan tahu cara mencegah kebakaran, mampu mensosialisasikan ke lingkungannya, dan paham tindakan darurat termasuk nomor siapa yang harus dihubungi saat api membesar.

"Begitu ada kebakaran, mereka sigap dan tahu apa yang harus dilakukan," imbuhnya.

Andik mengungkapkan bahwa saat ini belum 50 persen kabupaten/kota di Jawa Timur memiliki relawan pemadam kebakaran. Pihaknya akan terus mendorong pembentukan relawan di seluruh daerah.

"Kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan. Daerah yang belum terbentuk akan segera kita bentuk di seluruh Jawa Timur," pungkasnya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Sumardi S.H., M.Si, yang turut hadir mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan hasil koordinasi antara DPRD Jatim, Satpol PP Provinsi jawa Timur, dan BPBD Kabupaten Jombang.

"Kami mendapatkan keluhan dari teman-teman di daerah. Karena efisiensi anggaran, relawan setidaknya punya kegiatan positif. Maka kami langsung mengambil langkah menggelar pelatihan ini," ujar Sumardi.

Ia menekankan bahwa relawan pemadam kebakaran nantinya bersifat multifungsi. Mereka tidak hanya diandalkan untuk kebakaran, tetapi juga bencana lain karena telah dibekali materi yang komprehensif.

Praktek Pemadaman Api hingga Evakuasi Ular
Setelah menerima materi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan yang dipandu oleh petugas BPBD Kabupaten Jombang. Para peserta diajarkan:

1. Tata cara penanggulangan kebakaran ringan.

2. Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memadamkan api.

3. Teknik evakuasi ular yang kerap muncul saat kebakaran lahan.

Peserta tampak antusias saat mempraktikkan langsung pemadaman api simulasi di area terbuka Wisata Sedang, yang merupakan kawasan hutan wisata rawan kebakaran. Pelatihan ini menjadi langkah konkret sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan masyarakat dalam menciptakan kawasan wisata dan pemukiman yang aman dari bahaya kebakaran. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow