Empat Hari Menghilang, Korban Banjir Jatibanteng Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Lubawang
Situbondo, (afederasi.com) – Upaya pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan selama empat hari terakhir membuahkan hasil memilukan. Tohari (44), warga Dusun Krajan, Desa Patemon, yang dilaporkan hilang terseret arus banjir di Kecamatan Jatibanteng, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (11/3/2026).
Jasad pria nahas tersebut ditemukan terdampar di pinggir aliran Sungai Lubawang, tepatnya di kawasan Dusun Petak, Desa Bloro, Kecamatan Besuki. Penemuan ini bermula saat seorang warga setempat bernama Arip tengah beraktivitas di sekitar sungai dan melihat sosok mencurigakan di antara tumpukan sampah sisa banjir.
“Sekitar pukul 16.30 WIB saksi melihat ada mayat di pinggir aliran Sungai Lubawang.Korban yang ditemukan masih satu,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, saat memberikan keterangan resmi.
Melihat pemandangan tersebut, saksi segera berlari menuju pemukiman warga untuk meminta pertolongan. Laporan tersebut kemudian diteruskan secara berjenjang dari Pemerintah Desa Lubawang hingga ke pihak Forkopimca Banyuglugur dan tim SAR gabungan yang sedang bersiaga di wilayah Jatibanteng.
Setibanya di lokasi, petugas langsung mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD Besuki untuk proses identifikasi lebih lanjut. Arus sungai yang membawa material sampah sempat menjadi tantangan tersendiri bagi warga dan petugas saat pertama kali menemukan posisi korban.
“Jenazah korban langsung dibawa ke kamar jenazah untuk dilakukan pemeriksaan,” lanjut Timbul.
Berdasarkan hasil identifikasi medis dan konfirmasi pihak keluarga, dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Tohari. Korban sebelumnya dinyatakan hilang setelah terseret arus deras Sungai Patemon saat banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada Sabtu (7/3/2026) lalu.
Ciri-ciri fisik yang dikenali oleh keluarga dan Kepala Desa Patemon memperkuat bukti bahwa jasad tersebut merupakan korban yang dicari selama ini. Meski diliputi duka mendalam, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah murni dan menolak dilakukan otopsi lebih lanjut.
“Penemuan jenazah ini dipastikan merupakan korban hanyut akibat banjir yang terjadi pada 7 Maret lalu,” tegas Timbul menutup penjelasannya.(vya/dn)
What's Your Reaction?



