DLH Gresik Surati 105 Dapur SPPG, Imbau Hentikan Penggunaan Plastik pada Distribusi MBG

"Kami mendapat aduan dari wali murid dan kepala sekolah terkait distribusi Makan Bergizi Gratis menggunakan kemasan plastik yang berdampak pada penumpukan sampah. Karena itu kami langsung menindaklanjuti dengan menyurati dapur SPPG di seluruh Kabupaten Gresik,” ujarnya.

10 Mar 2026 - 17:17
DLH Gresik Surati 105 Dapur SPPG, Imbau Hentikan Penggunaan Plastik pada Distribusi MBG
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Subaidah (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik melayangkan surat imbauan kepada ratusan pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 18 kecamatan. Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat, guru, hingga wali murid terkait distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan yang masih menggunakan kemasan plastik sekali pakai.

Padahal, Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah mengeluarkan larangan penggunaan kantong plastik untuk distribusi MBG selama Ramadan hingga Idul Fitri. Program tersebut seharusnya menggunakan wadah yang lebih representatif dan higienis guna menjaga kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat.

Kepala DLH Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, mengatakan pihaknya menerima sejumlah aduan dari sekolah dan wali murid terkait penggunaan kemasan plastik tersebut. 

Selain dikhawatirkan mempengaruhi kualitas makanan, penggunaan plastik sekali pakai juga dinilai berpotensi menimbulkan penumpukan sampah dalam jumlah besar.

“Kami mendapat aduan dari wali murid dan kepala sekolah terkait distribusi Makan Bergizi Gratis menggunakan kemasan plastik yang berdampak pada penumpukan sampah. Karena itu kami langsung menindaklanjuti dengan menyurati dapur SPPG di seluruh Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Dalam surat tersebut, DLH Gresik menyampaikan beberapa poin imbauan kepada para pengelola dapur SPPG agar meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai dalam proses distribusi MBG. Mereka juga diminta beralih ke kemasan yang lebih sehat serta ramah lingkungan.

“Kami mengimbau agar penggunaan kemasan plastik sekali pakai diganti dengan wadah yang lebih sehat dan ramah lingkungan,” tegas Subaidah.

Tak hanya itu, DLH juga berencana memanggil seluruh pengelola dapur SPPG untuk mengikuti sosialisasi dan edukasi mengenai pengurangan penggunaan plastik serta pengelolaan limbah dapur, baik limbah organik maupun nonorganik.

Saat ini tercatat ada sekitar 105 dapur SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Gresik. DLH pun telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Sosial, untuk menggelar pertemuan tersebut.

“Rencananya seluruh pengelola dapur SPPG akan kami undang untuk diberikan edukasi terkait penggunaan kemasan plastik dan pengelolaan limbah dapur,” jelasnya.

Menurut Subaidah, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaan program strategis nasional agar berjalan dengan baik serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Pemerintah daerah harus hadir untuk mengawal program pemerintah pusat agar pelaksanaannya berjalan lancar dan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama para penerima manfaat,” pungkasnya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow