Permintaan Daging Jelang Lebaran di Banyuwangi Melonjak, Harga Tembus Rp150 Ribu
Banyuwangi, (afederasi.com) - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, permintaan daging sapi di Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan signifikan. Fenomena tahunan ini tidak hanya mengerek jumlah pemotongan hewan hingga dua kali lipat, tetapi juga mendongkrak harga di tingkat pedagang.
Berdasarkan pantauan di Pasar Blambangan pada Rabu (11/3/2026), harga daging sapi kini berada di kisaran Rp145.000 hingga Rp150.000 per kilogram. Angka tersebut melonjak dibanding harga normal yang biasanya bertengger di Rp125.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang daging sapi, Badrus (45), mengaku omzetnya meningkat drastis dalam sepekan terakhir. Ia menyebut, daging yang dijualnya selalu ludes terjual hanya dalam hitungan jam.
"Kalau hari biasa saya hanya menjual daging dari dua ekor sapi. Sekarang saya pasok sampai tiga ekor per hari dan alhamdulillah selalu habis. Permintaan naik drastis karena masyarakat mulai menyiapkan kebutuhan untuk masak Lebaran," ujar Badrus.
Senada dengan Badrus, sejumlah pedagang lain mengaku kewalahan melayani tingginya permintaan, terutama dari para pembeli yang memborong daging untuk diolah menjadi bakso atau masakan lainnya.
Di sisi hulu, Rumah Potong Hewan (RPH) milik pemerintah juga mencatatkan lonjakan aktivitas. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi, Danang Hartanto, mengungkapkan bahwa konsumsi daging masyarakat meningkat hingga 80 persen dibandingkan hari biasa.
"Hingga pukul 01.00 WIB dini hari tadi, tercatat ada 41 ekor sapi yang telah dipotong di RPH. Angka ini diprediksi masih akan bertambah karena aktivitas pemotongan masih berlangsung," jelas Danang.
Ia menambahkan, rata-rata produksi daging di Banyuwangi biasanya mencapai 3 hingga 3,5 ton per hari. Namun saat ini, produksi nyaris menyentuh dua kali lipat dari kondisi normal untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Meski terjadi lonjakan permintaan, pemerintah menjamin ketersediaan stok daging aman. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi, drh. Nanang Sugiharto, menyebutkan bahwa populasi sapi di Banyuwangi mencapai sekitar 100 ribu ekor.
"Kenaikan konsumsi biasanya bisa mendekati 100 persen menjelang Lebaran. Tapi kami pastikan stok aman dan pasokan lancar. Lonjakan ini banyak diserap untuk kebutuhan bahan baku pentol bakso yang memang meningkat tajam," terang Nanang.
Untuk memastikan daging yang beredar aman dikonsumsi, Dispertan Banyuwangi gencar melakukan pengawasan. Tim petugas diterjunkan ke sejumlah pasar tradisional untuk melakukan inspeksi mendadak.
Di Pasar Blambangan, petugas mengambil sampel daging dan melakukan rapid test guna memastikan produk yang dijual memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Hasilnya, dari seluruh sampel yang diuji, tidak ditemukan adanya daging oplosan, daging gelonggongan, maupun kandungan bahan kimia berbahaya seperti formalin atau boraks.
"Alhamdulillah, hasil pemeriksaan menunjukkan semua daging yang dijual layak konsumsi. Masyarakat tidak perlu khawatir dan bisa membeli dengan tenang," tegas Danang Hartanto.
Tak hanya daging sapi, petugas juga melakukan pemeriksaan serupa terhadap daging ayam yang beredar di pasaran. Hasilnya, daging ayam yang dijual para pedagang juga dinyatakan aman dan memenuhi syarat kesehatan. (ron)
What's Your Reaction?



