Duh! Beredar Video Menu MBG Berulat di Kedungpring Lamongan

"Antar stakeholder harus saling bersinergi untuk memperbaiki program Makan Bergizi Gratis ini, agar tidak terus berulang kejadian-kejadian ini. Karena tujuan utama program MBG ini kan untuk memberikan gizi kepada anak-anak Indonesia. Jadi jangan sampai hanya karena ambisi ekonomi tidak memperhatikan kualitas dan gizi yang diberikan," tegasnya.

25 May 2026 - 13:40
Duh! Beredar Video Menu MBG Berulat di Kedungpring Lamongan
Tangkapan layar video viral yang memperlihatkan ulat hidup merayap di atas sayur selada dan mentimun pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Kedungpring, Lamongan. Dewan Pendidikan Lamongan mendesak adanya evaluasi total dan pemeriksaan kualitas yang lebih ketat dari pihak SPPG sebelum makanan didistribusikan ke siswa. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lamongan kembali mendapat sorotan tajam. Sebuah video yang direkam oleh wali murid mendadak viral di media sosial setelah memperlihatkan adanya ulat hidup yang merayap di dalam menu makanan yang dibagikan kepada siswa di wilayah Kecamatan Kedungpring, Lamongan, pada Minggu (24/5/2026).

Dalam video berdurasi pendek yang beredar luas tersebut, tampak jelas ulat sayur yang masih aktif bergerak di atas buah mentimun dan selada yang menjadi bagian dari menu lalapan MBG. Kejadian ini pun langsung memicu kekhawatiran dan kritik keras dari masyarakat terkait higienitas dan pengawasan mutu makanan anak sekolah.

Menanggapi insiden yang terus berulang tersebut, Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Lamongan (DPL), Ali Zulfikar, angkat bicara. Ia mendesak Satgas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lamongan untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh dan memberikan sanksi jika ditemukan adanya unsur kelalaian.

"Mohon agar Ketua Satgas SPPG Lamongan memberikan evaluasi dan bila perlu, apabila terbukti, diberikan sanksi yang tegas. Kejadian seperti ini kan sudah sering terjadi, nah ini perlu diperbaiki," ujar Ali Zulfikar saat ditemui, Senin (25/5/2026) pagi.

Ali menekankan bahwa program nasional ini dirancang demi masa depan generasi muda, sehingga kualitas makanan tidak boleh dikorbankan demi mengejar keuntungan ekonomi semata.

"Antar stakeholder harus saling bersinergi untuk memperbaiki program Makan Bergizi Gratis ini, agar tidak terus berulang kejadian-kejadian ini. Karena tujuan utama program MBG ini kan untuk memberikan gizi kepada anak-anak Indonesia. Jadi jangan sampai hanya karena ambisi ekonomi tidak memperhatikan kualitas dan gizi yang diberikan," tegasnya.

Masyarakat dan wali murid kini berharap pihak SPPG serta penyedia jasa katering (vendor) dapat melakukan evaluasi internal yang ketat. Pengawasan berlapis sebelum makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah menjadi harga mati agar hak anak-anak mendapatkan asupan gizi yang aman dan sehat dapat terpenuhi dengan layak. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow