DPRD Trenggalek Desak Empat Rekanan Proyek Bendungan Bagong Perbaiki Jalan Rusak

Warga bersama LIRA melakukan hearing dengan DPRD Trenggalek menuntut perbaikan jalan Trenggalek-Bendungan yang rusak akibat proyek Bendungan Bagong. Kontraktor diminta segera melakukan perbaikan permanen.

19 May 2026 - 10:39
DPRD Trenggalek Desak Empat Rekanan Proyek Bendungan Bagong Perbaiki Jalan Rusak
Suasana hearing di aula DPRD Trenggalek (suparni/afederasi.com)

Trenggalek, (afederasi.com) – Masyarakat Kecamatan Bendungan bersama LSM Lumbung Aspirasi Rakyat (LIRA) mendatangi kantor DPRD Trenggalek untuk melakukan rapat dengar pendapat umum (hearing) terkait kerusakan jalan Trenggalek-Bendungan.

Warga menuntut pemerintah daerah dan pihak pengembang segera melakukan perbaikan jalan yang dinilai hancur akibat aktivitas proyek Bendungan Bagong.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan bahwa kerusakan jalan tersebut dipicu oleh lalu lalang kendaraan besar proyek yang berlangsung dalam jangka waktu lama.

"Jalan Trenggalek-Bendungan rusak parah yang diduga disebabkan oleh proyek Bendungan Bagong. Saat ini kondisinya sudah ditambal, namun dalam 20 hari selalu rusak kembali," ujar Doding usai memimpin hearing.

Dalam pertemuan tersebut, pihak DPRD menghadirkan perwakilan warga, LSM LIRA, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Sekretaris Daerah, sejumlah OPD terkait, serta Komisi III DPRD Trenggalek. Hasilnya, disepakati bahwa empat perusahaan rekanan yang terlibat dalam proyek tersebut harus bergotong royong memperbaiki jalan secara permanen.

"Ada kesepakatan agar empat rekanan yang beroperasi di sana bergotong royong membangun jalan itu secepatnya secara permanen. Kita minta mereka bertanggung jawab melalui pola CSR," tegas Doding.

Menurut Doding, langkah perbaikan permanen menjadi keharusan karena para rekanan tersebut masih akan menggunakan akses jalan yang sama hingga proyek selesai pada tahun 2029.

Kerusakan jalan yang perlu ditangani mencakup ruas sepanjang tiga kilometer. Pihak DPRD memberikan penekanan bahwa metode penambalan jalan sementara tidak lagi efektif mengingat beban kendaraan proyek yang sangat berat.

"Targetnya harus segera diperbaiki agar permanen, tidak hanya ditambal-tambal lagi. Mengingat kendaraan proyek yang melintas adalah kendaraan besar, maka kualitas perbaikan harus diutamakan," pungkasnya.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow