Diberi Nama Muhammad Zein Akbar Ibrahim, Bayi yang Dibuang di Kardus Kini dalam Kondisi Sehat
Bayi laki-laki yang ditemukan di dalam kardus di Tulungagung kini diberi nama Muhammad Zein Akbar Ibrahim. Simak kondisi kesehatan terkini bayi tersebut setelah selamat dari situasi yang memilukan.
Tulungagung, (afederasi.com) – Keajaiban menyelimuti seorang bayi laki-laki yang ditemukan terbuang di dalam kardus di sebuah warung pecel, Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung, Rabu (20/5/2026). Meski lahir dalam kondisi memprihatinkan tanpa bantuan medis, bayi yang kini diberi nama Muhammad Zein Akbar Ibrahim tersebut dalam kondisi sehat dan mendapatkan perawatan intensif.
Bayi mungil itu ditemukan pertama kali oleh seorang pencari barang bekas sekitar pukul 23.00 WIB. Saat ditemukan, ia hanya terbungkus kain seadanya di dalam kardus. Warga yang mendengar suara tangisan segera mengevakuasi bayi tersebut ke Puskesmas Pucanglaban.
Dokter Puskesmas Pucanglaban, dr. Ririn, menyebut kondisi fisik bayi laki-laki tersebut cukup stabil dengan berat 3,4 kilogram dan panjang 48 sentimeter. Meski demikian, tim medis menemukan fakta miris bahwa proses persalinan dilakukan secara darurat.
"Potongan tali plasenta bayi tampak tidak beraturan. Ada indikasi kuat dipotong menggunakan alat yang tidak steril," ujar dr. Ririn saat memeriksa kondisi bayi.
Kapolsek Pucanglaban, AKP Tarmadi, menjelaskan bahwa saat ditemukan, tali pusar bayi masih terlihat basah. Hal ini memperkuat dugaan bahwa ia dilahirkan sekitar dua jam sebelum ditemukan di warung pecel tersebut.
"Kondisi bayi saat ini sudah jauh lebih baik dan sehat. Kami berharap ia terus stabil selama masa perawatan," jelas Tarmadi, Kamis (21/5/2026).
Di tengah duka atas peristiwa pembuangan ini, bayi laki-laki tersebut kini mendapatkan identitas baru. Ia diberi nama Muhammad Zein Akbar Ibrahim. Nama yang disematkan dengan penuh harapan agar ia tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tegar, dan dicintai meski memiliki awal kehidupan yang sulit.
Saat ini, Muhammad Zein Akbar Ibrahim menjalani perawatan intensif di ruang khusus Puskesmas Pucanglaban. Sambil memberikan perawatan terbaik, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mencari orang tua kandung bayi tersebut hingga ke wilayah Kalidawir dan Blitar.(riz/dn)
What's Your Reaction?



