Dari Sampah Jadi Bernilai, Kader MASBERLING PT PON Dibekali Pelatihan Pengolahan Sampah dan Biopori

“Melalui penguatan kader MASBERLING ini, kami berharap masyarakat semakin memiliki kemampuan dan kepedulian dalam menjaga lingkungan, khususnya pengelolaan sampah dan penanganan banjir berbasis masyarakat,” ujarnya.

24 May 2026 - 12:28
Dari Sampah Jadi Bernilai, Kader MASBERLING PT PON Dibekali Pelatihan Pengolahan Sampah dan Biopori
Para kader MASBERLING PT PON saat mengikuti pelatihan Pengolahan Sampah Organik dan Teknologi Biopori di Malang (Ist/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus diperkuat PT Petro Oxo Nusantara (PT PON) melalui pembinaan Masyarakat Berdaya Peduli Lingkungan (MASBERLING). Kali ini, para kader MASBERLING diajak belajar langsung pengelolaan sampah organik hingga teknologi biopori di Kota Malang, Rabu (20/05/2026).

Kegiatan bertajuk Penguatan Kader MASBERLING tersebut digelar di Rumah Prestasi Go Green, Malang, sekaligus menjadi ajang studi lapangan bagi para kader lingkungan binaan PT PON.

Tak sekadar pelatihan biasa, para peserta diajak melihat langsung praktik sukses pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di Kampung Semar dan Kampung Glintung, kawasan yang dikenal berhasil mengubah daerah rawan banjir menjadi kampung hijau berprestasi tingkat nasional hingga internasional.

Dalam kegiatan itu, para kader mendapat materi mendalam terkait pengolahan sampah organik, penerapan teknologi biopori, hingga konsep “tabungan air” melalui sumur resapan untuk mencegah genangan dan banjir.

Mereka juga belajar bagaimana sampah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi sesuatu yang produktif dan bernilai ekonomi.

Mulai dari pengolahan kompos, pemanfaatan limbah organik, hingga budidaya maggot sebagai pakan ternak dan ikan dipelajari langsung oleh peserta di lapangan.

Perwakilan PT Petro Oxo Nusantara menyampaikan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

“Melalui penguatan kader MASBERLING ini, kami berharap masyarakat semakin memiliki kemampuan dan kepedulian dalam menjaga lingkungan, khususnya pengelolaan sampah dan penanganan banjir berbasis masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, para kader juga mendapatkan pembelajaran langsung dari tokoh lingkungan nasional, Ir. Bambang Irianto, sosok penggagas konservasi air dan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di Kampung Glintung, Malang.

Ir. Bambang dikenal luas karena keberhasilannya mengubah kawasan padat penduduk menjadi lingkungan hijau dan bebas banjir melalui konsep sederhana namun berdampak besar bagi masyarakat.

Berkat inovasi tersebut, Kampung Glintung berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Kalpataru hingga penghargaan internasional di bidang lingkungan hidup.

Dalam pemaparannya, Ir. Bambang menekankan bahwa keterbatasan lahan bukan alasan untuk mengabaikan pengelolaan lingkungan.

“Masyarakat harus mulai sadar bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari langkah kecil di rumah masing-masing. Sampah bukan musuh, kalau dikelola dengan benar justru bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat,” tuturnya di hadapan peserta.

Para kader MASBERLING juga dibekali pemahaman tentang pentingnya membangun budaya disiplin menjaga kebersihan lingkungan secara kolektif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, para kader diharapkan mampu menerapkan ilmu yang didapat di wilayah sekitar perusahaan, terutama dalam pengelolaan sampah organik, penerapan biopori, serta pengembangan sumur resapan sebagai solusi mengurangi banjir dan genangan air.

PT PON berharap praktik-praktik baik yang telah sukses diterapkan di Kampung Glintung dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar perusahaan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow