Waspada Sarkopenia di Usia Senja, Segera Periksakan ke Poli Ortopedi RSUD Jombang
Jombang, (afederasi.com) – Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan biologis yang tak terhindarkan. Salah satu kondisi yang kerap luput dari perhatian adalah Sarkopenia, yaitu penurunan massa, kekuatan, dan fungsi otot secara progresif. Dokter Spesialis Ortopedi RSUD Jombang, dr. Raden Taufan Mulyo, Sp.OT, mengingatkan masyarakat untuk lebih dini mengenali gejala penyakit ini guna mencegah risiko komplikasi serius di hari tua.
"Masyarakat tidak perlu panik, namun harus waspada. Kunci utama melawan sarkopenia adalah menjaga kebugaran dengan aktivitas fisik konsisten, latihan kekuatan otot, serta memastikan asupan nutrisi tinggi protein," ujar dr. Raden Taufan Mulyo dalam program dialog 'Humas RSUD Jombang Menyapa' yang dipandu host Ratna Susilawati, Rabu (10/6/2026).
Apa Itu Sarkopenia dan Mengapa Berbahaya?
Sarkopenia bukan sekadar "lemah karena tua". Dalam ilmu ortopedi, kondisi ini merupakan ancaman serius bagi sistem muskuloskeletal. Melemahnya otot secara drastis meningkatkan risiko jatuh, patah tulang, dan mempercepat pengeroposan tulang (osteoporosis). Dokter alumnus FK Unair Surabaya (2020) dan S-1 FK Universitas Sebelas Maret (UNS) ini menjelaskan bahwa gejala umum sarkopenia meliputi:
1. Kesulitan berdiri dari posisi duduk.
2. Kecepatan berjalan yang mulai melambat.
3. Mudah lelah dan kehilangan energi.
4. Sering terjatuh yang berpotensi menyebabkan cedera tulang.
Faktor Pemicu dan Tren Peningkatan Kasus
Penyebab utama sarkopenia adalah faktor penuaan, umumnya terjadi pada usia di atas 60 tahun. Proses ini diiringi penurunan hormon vital seperti testosteron pada pria dan estrogen pada wanita.
"Selain faktor usia, penyakit kronis seperti Diabetes Melitus (diabetes) dan infeksi seperti TBC dapat memicu atau memperparah sarkopenia. Keduanya saling terkait," jelas dr. Taufan.
Data menunjukkan kasus ini cenderung meningkat. Di Indonesia, prevalensi sarkopenia mencapai 9-10 persen dari populasi, sementara di tingkat dunia angkanya berkisar 30-40 persen. Dokter Taufan juga menyoroti kebiasaan buruk "mager" (malas gerak) sebagai pemicu modern yang mempercepat munculnya kondisi ini.
Solusi Cegah Sarkopenia: Protein dan Olahraga Beban
Mencegah lebih baik daripada mengobati. dr. Taufan merekomendasikan beberapa solusi praktis untuk menjaga kekuatan otot di usia senja:
1. Konsumsi Protein Tinggi: Jangan takut dengan mitos kolesterol. Tubuh yang menua sangat membutuhkan asupan gizi seimbang. Perbanyak konsumsi daging merah tanpa lemak, daging ayam, ikan laut, susu, dan vitamin D untuk memenuhi kebutuhan otot.
2. Aktifitas Fisik Konsisten: Latihan kekuatan otot sangat dianjurkan, seperti angkat beban ringan (mulai dari 1 kg), wall push up, gerakan squat, duduk-berdiri berulang, hingga berdiri jinjit secara rutin.
3. Istirahat Cukup: Upayakan tidur teratur selama 6-8 jam per hari untuk proses regenerasi sel.
Pelayanan di Poli Ortopedi RSUD Jombang
Jika Anda atau keluarga mulai merasakan gejala-gejala tersebut, jangan ragu untuk segera berkonsultasi. RSUD Jombang menyediakan layanan spesialis di Poli Ortopedi yang buka setiap hari Senin hingga Jumat, pukul 08.00 – 14.00 WIB. Poli ini didukung oleh tiga orang dokter spesialis ortopedi yang siap memberikan diagnosis tepat, akurat, dan efektif dengan dukungan laboratorium klinik lengkap.
"Kami siap membantu masyarakat Jombang dan sekitarnya untuk menjaga kesehatan tulang dan otot hingga usia lanjut," pungkas dr. Taufan.
Segera periksakan kesehatan anda ke Poli Ortopedi RSUD Jombang untuk penanganan lebih lanjut. (san/adv).
What's Your Reaction?

