Buka Rakorwil Dema PTKIN di UIN Satu, Bupati Gatut Sunu: Mahasiswa Harus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo resmi membuka Rakorwil Dema PTKIN se-Jawa dan Nusa Tenggara di UIN Satu. Simak pesan pentingnya untuk pergerakan mahasiswa.

02 Apr 2026 - 05:14
Buka Rakorwil Dema PTKIN di UIN Satu, Bupati Gatut Sunu: Mahasiswa Harus Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Pemukulan gong dilakukan oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu sebagai tanda di bukanya Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa dan Nusa Tenggara (ist)

Tulungagung, (afederasi.com) – Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa dan Nusa Tenggara. Agenda besar yang mempertemukan aktivis mahasiswa lintas daerah ini digelar di kampus UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN Satu) Tulungagung pada Kamis (2/4/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu memberikan apresiasi tinggi terhadap forum yang dinilai sangat vital bagi arah pergerakan mahasiswa tersebut. Ia menekankan bahwa mahasiswa bukan sekadar peserta akademik, melainkan elemen intelektual yang mengemban tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai di tengah arus perubahan zaman.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Forum ini sangat strategis untuk merumuskan arah pergerakan mahasiswa ke depan,” ujar Gatut Sunu saat memberikan arahan di depan ratusan delegasi mahasiswa.

Gatut menilai, keberadaan Dema harus mampu menjadi wadah aspirasi sekaligus motor penggerak perubahan yang bersifat konstruktif dan inovatif. Ia menaruh harapan besar agar UIN Satu Tulungagung terus menjadi pusat keunggulan yang mampu menyatukan nilai spiritual dan intelektual demi kemajuan bangsa.

“Mahasiswa harus menjadi motor penggerak perubahan yang lebih baik. Saya percaya forum ini bisa melahirkan gagasan strategis yang berdampak nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Tulungagung ini juga menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat terbuka terhadap pemikiran kritis mahasiswa. Ia mengundang keterlibatan mahasiswa dalam proses pembangunan daerah agar tercipta sinergi yang harmonis antara birokrasi dan kaum intelektual muda.

“Kami selalu membuka ruang kolaborasi bagi mahasiswa untuk mendiskusikan pembangunan Tulungagung. Mahasiswa harus bisa menjadi solusi sekaligus mitra strategis bagi pemerintah,” tegas Gatut.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Wilayah Dema PTKIN Jawa–Nusa Tenggara, M. Ikhsanudin, mengungkapkan optimisme yang sama. Ia menyebut bahwa forum di Tulungagung ini merupakan langkah konkret mahasiswa dalam menyambut estafet kepemimpinan bangsa di masa depan.

“Era keemasan Indonesia akan lahir dari gerakan yang kita rumuskan dalam Rakorwil tahun ini,” tutur Ikhsanudin dengan penuh keyakinan.

Ia juga mengungkapkan alasan filosofis di balik pemilihan Tulungagung sebagai tuan rumah. Menurutnya, Tulungagung memiliki nilai historis yang kuat terkait lahirnya semangat persatuan bangsa, yang menjadi dasar penting bagi gerakan mahasiswa saat ini.

“Kami memilih Tulungagung karena ide Bhinneka Tunggal Ika lahir di sini. Peserta datang dari DKI Jakarta hingga Mataram untuk merumuskan gerakan besar bersama,” pungkasnya.(dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow