Seorang Bocah Berkebutuhan Khusus Hilang Tenggelam, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

03 Jun 2025 - 23:43
Seorang Bocah Berkebutuhan Khusus  Hilang Tenggelam, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Tim SAR melakukan pencarian menyisir sungai di lokasi yang diduga hilangnya AHH dengan perahu karet. (Fahrudin/afederasi.com)
Seorang Bocah Berkebutuhan Khusus  Hilang Tenggelam, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Gresik, (afederasi.com) - Kabar hilangnya seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) warga Desa Dukunanyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur secara misterius membuat geger warga desa setempat.

Korban berinisial AHH (9) yang diketahui mempunyai riwayat kondisi down syndrome dan autisme ini diduga tenggelam di Sungai Bengawan Solo. Hal ini terkait keberadaan sandal korban yang terlihat di tepi sungai.

Menurut keterangan dari keluarga, informasi hilangnya AHH diketahui pada Sabtu (31/05/2025) setelah sarapan pagi, korban meninggalkan rumah namun hingga sore hari ditunggu tidak pulang ke rumah. Pencarian pun dilakukan oleh pihak keluarga, warga sekitar, serta aparat desa, namun tidak berhasil menemukan korban.

Setelah dua hari melakukan pencarian, pihak keluarga pun akhirnya menemukan petunjuk yang mengarah pada kemungkinan AAH tercebur ke sungai. Dugaan kuat tersebut karena ditemukan sebuah sandal milik korban di tepi Bengawan Solo, tak jauh dari rumahnya.

Menindaklanjuti dugaan tersebut pencarian sekanjutnya dilakukan dilakukan secara intensif dengan melibatkan tim gabungan dari BPBD Gresik, TNI, Polri, relawan dan dibantu warga setempat 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, FX Driatmiko Herlambang, mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim pencari sejak Senin (2/6/2025).

“Pagi itu kami kerahkan dua unit perahu karet dan personel gabungan untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan sandal korban,” ujar Driatmiko, Selasa (03/06/2025).

Driatmiko menyebutkan lebih lanjut upaya pencarian di hari pertama belum membuahkan hasil. Oleh karena itu, pencarian hari kedua dilakukan dengan memperluas area penyisiran serta menambah kekuatan personel.

“Kami menambah personel dari BPBD Jawa Timur untuk membantu pencarian hari ini. Selain penyisiran menggunakan perahu, kami juga melakukan penelusuran jejak setapak di sekitar bantaran sungai,” terang Driatmiko.

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan apakah korban benar-benar tenggelam. Namun, upaya pencarian tetap dilakukan dengan menyisir area Bengawan Solo secara menyeluruh.

“Kami terus menelusuri kemungkinan lain. Bekas tapak kaki anak-anak yang kami temukan juga sedang ditelusuri, apakah itu jejak korban atau bukan,” tutup Driatmiko.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow